Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Sosok perempuan ini memang layak menjadi panutan.
Dimanapun, kemanapun selalu bersahaja. Ramah dengan siapapun. Menghormati. Mengayomi. Dan, selalu membuat orang lain merasa nyaman.
Dia adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara yang akrab disapa Gusti Bendara.
Putri bungsu Raja Keraton Yogyakarta, Sultan HB X ini juga selalu rendah hati.
Contohnya saat menghadiri dan membua acara Karnaval Dua Kampung di Jalan Taqwa, Sabtu (30/8/2025) lalu.
Putri Kraton Yogyakarta yang sewaktu kecil bernama Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni memilih jalan kaki menuju penyelenggaraan Karnaval Dua Kampung.
BERITA LAIN: GKR Bendara Dorong Karnaval Dua Kampung jadi Event Pariwisata

Tempatnya di Jalan Taqwa Notoprajan. Jaraknya sekitar 600 meter dari Kraton Kilen.
Isteri Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara ini jalan kaki ditemani anak bungsu, dan sekretaris pribadinya, Ajeng Wirasti.
Rute yang dilewati dari Kraton Kilen – Jalan Rotowijayan- Jalan Kauman – Jalan Agus Salim, dan berakhir di Jalan Taqwa.
Di pintu gapura, Gusti Bendara yang mengenakan baju motif bunga ini disambut masyarakat dan drumband dari Madrasah Muallimmat Muhammadiyah.
Kehadiran sepuluh besar kontes Miss Indonesia tahun 2009 di acara Karnaval Dua Kampung ini menyita perhatian warga Notoprajan dan Suronatan.
BERITA LAIN: Rektor Muchlas Minta Guru Besar UAD Hasilkan Karya Spektakuler
Gusti Bendara melempar senyum ramah kepada siapapun yang melihatnya. Sebelum membuka acara, sarjana bidang perhotelan salah satu perguruan tinggi di Swiss ini menyempatkan mampir di kampus Madrasah Muallimat Muhammadiyah.
Kedatangan Gusti Bendara juga mencuri perhatian ratusan pelajar Madrasah Muallimmat Muhammadiyah.
Tak hanya namanya yang dielu-elukan. Para pelajar dan guru mendekati dan bersalaman dengan Gusti Bendara.
“Maturnuwun, maturnuwun. Monggo kembali melanjutkan kegiatan,” pinta Gusti Bendara dengan nada santun.
BERITA LAIN: Di Puncak Gebyar Keistimewaan 2025, Sultan HB X Ajak Warga Yogyakarta Jaga Kedamaian

Setelah ngobrol sekitar 10 menit tentang sekolah yang didirikan KHA Dahlan pada tahun 1918, Gusti Bendara langsung menuju panggung utama yang berjarak sekitar 100 meter dari kampus Madrasah Muallimmat Muhammadiyah.
Lagi-lagi, kehadiran Gusti Bendara mencuri perhatian masyarakat. Warga mendekati Gusti Bendara.
Setelah membuka Karnaval Dua Kampung, para pengisi acara dan masyarakat berebut foto selfie dengan Gusti Bendara.
Setelah acara selesai, Gusti Bendara kembali memilih berjalan kaki menuju Kraton Kilen. (*)











