Bantul, ZonaJogja.Com – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr Muchlas MT menyatakan, peran guru besar salah satunya penjaga marwah akademik.
Itulah sebabnya, Rektor Muchlas mengajak para guru besar di lingkungan kampus UAD menghasilkan karya-karya spekatuler.
“Para guru besar harus menjadi rujukan, serta memberi kontribusi dalam pengembangan program studi strata 3 yang relevan,” pinta Rektor Muchlas pada Sidang Terbuka Senat di Amphitarium Kampus IV UAD (30/8/2025).
Pengukuhan 4 guru besar disaksikan Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof Setyabudi Indartono MM PhD; dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Mahfud Sholihin PhD Ak CA CPA.
Agenda sidang adalah pengukuhan 4 guru besar. Yakni, Prof Dr Surahma Asti Mulasari SSi MKes (Bidang Pengelolaan Sampah dan Manajemen Lingkungan); Prof Elli Nur Hayati MPH PhD Psikolog (Bidang Psikologi Komunitas Kelompok Rentan).
BERITA LAIN: Di Puncak Gebyar Keistimewaan 2025, Sultan HB X Ajak Warga Yogyakarta Jaga Kedamaian
Lalu, Prof Dr apt Nining Sugihartini MSi (Bidang Teknologi Formulasi Obat dan Kosmetika); dan Prof Dr Dody Hartanto MPd (Bidang Bimbingan dan Konseling Keluarga).
Pada sidang yang dipimpin Ketua Senat UAD, Prof Dr Ir Dwi Sulisworo MT, Rektor Muchlas menyebutkan, UAD memiliki 57 guru besar. Sebanyak 42 guru besar lahir dari UAD.
Pada acara pengukuhan, Prof Surahma menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Mengelola Sampah, Mengelola Kehidupan: Strategi Ilmiah dalam Pengelolaan Lingkungan di Yogyakarta”.
Prof Elli Nur Hayati menyampaikan pidato berjudul “Psikologi Komunitas: Transisi Psikologi Individual-Sentris ke Komunal-Sistemik-Sentris”. Prof Nining Sugihartini tentang “Transformasi Sediaan Antiinflamasi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh: Eksplorasi Sediaan Topikal dan Inisiasi Scale-Up ke Skala Pilot”.
BERITA LAIN: Pencapaian Inovasi Smart City Menggembirakan, Menteri Komdigi Apresiasi Kepala Daerah
Sedangkan pidato Prof Dody Hartanto berjudul “Konseling Harapan: Paradigma Baru Layanan bagi Keluarga dan Remaja dengan Masalah Kesehatan Mental”.
Prof Dwi Sulisworo memberi apresiasi kepada 4 profesor yang telah melakukan penelitian pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, pengembangan farmasi, hingga layanan konseling.
Sementara Prof Mahfud Sholihin berharap guru besar aktif dalam riset-riset strategis, termasuk melalui hibah risetMU. (*)











