oleh

Pasar Rakyat Jogokariyan Kembali Digelar, Peserta Bertambah, Pengunjung Melimpah

YOGYAKARTA – Acara pasar rakyat kembali digelar Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

Hanya, pelaksanaannya berbeda. Pada event sebelumnya diselenggarakan selama seminggu berturut-turut. Sekarang dilaksanakan setiap Sabtu dan Ahad.

“Alhamdulillah. Pengunjung semakin banyak. Pedagang semakin bersemangat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi virus corona,” kata Wahyu Wijayanto, sesepuh Takmir Masjid Jogokariyan kepada ZonaJogja.Com,  pagi ini (5/9/2021).

Pedagang pada event Pasar Rakyat Jogokariyan yang dikelola oleh Biro Ekonomi dan Baitul Mal ini juga bertambah.

Di awal kegiatan, pedagang yang terlibat hanya 20 orang. Sekarang bertambah menjadi 40 pedagang.

BACA JUGA: Rem Blong, Truk Terguling, 5 Penumpang Meninggal Dunia

SURVEI: Menginventarisir pedagang. (niniki/zopnajogja.com)

Para pedagang adalah warga Jogokariyan sekitarnya. Mereka berjualan berbagai kuliner dengan harga miring.

Wahyu Wijayanto yang juga staf ahli Walikota Yogyakarta ini mengatakan, Takmir Masjid Jogokariyan meningatkan nominal voucher.

Sebelumnya, nilai voucher Rp 5 ribu per lembar. Kini, menjadi Rp 10 ribu per lembar.

Voucer diberikan kepada masyarakat yang menunaikan shalat jamaah di Masjid Jogokariyan.

Voucher tersebut bisa sebagai alat transaksi pembelian pedagang yang terdaftar sebagai peserta Pasar Rakyat Jogokariyan.

Jamaah yang memiliki voucher bisa membeli kebutuhan pada event Pasar Rakyat Jogokariyan yang buka pukul 05.00 – 09.00.

BACA JUGA: Sedapnya Menikmati Sop Ayam Klaten di Payaman

LARIS MANIS: Pedagang melayani pengunjung. (aris/zonajogja.com)

Pada penyelenggaraan kali ini, Takmir Masjid Jogokariyan telah membagikan sebanyak 1000 lembar voucher.

Para peserta pasar rakyat menyambut gembira pelaksanaan Pasar Rakyat Jogokariyan sesi kedua.

Sementara sejumlah pengunjung berharap pedagang  Pasar Rakyat Jogokariyan bisa ditambah.

Alasannya, acara Pasar Rakyat Jogokariyan sangat membantu masyarakat yang terimbas pandemi virus corona.

“Tapi, pelaksanannya tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Yani, seorang pengunjung. (aza/asa)