YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Bagaimana inflasi Kota Yogyakarta di bulan November 2022?
Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta menyebutkan, inflasi bulanan 0,11 persen.
Inflasi tahun kalender 5,45 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun 6,67 persen.
Terdapat tiga kelompok pengeluaran pendorong inflasi. Yakni, pendidikan; penyediaan makanan, minuman dan restoran; serta perawatan pribadi dan jasa lain.
Angka inflasi di sektor pendidikan sebesar 2,38 persen; penyediaan makanan, minuman dan restoran 0,54 persen; dan perawatan pribadi dan jasa lain 0,45 persen.
BACA JUGA: Inilah Sandal Jadul yang Ngehits Tahun 1990an, Mana yang Anda Pakai?
Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi bulan Oktober yakni pendidikan pada sub kelompok pendidikan tinggi sebesar 6,32 persen.
Peningkatan tersebut dimungkinkan karena transaksi pembayaran kuliah mahasiswa baru atau bulan Oktober 2022.
Kelompok penyediaan makanan, minuman dan restoran mengalami inflasi tertinggi kedua selama dua bulan berturut-turut.
Yakni, September 0,54 persen dan Oktober 1,25 persen. Inflasi ini dampak kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan September yang mengalami kenaikan hingga 52,19 persen.
BACA JUGA: Penderita AIDS di Kota Yogyakarta 1.470 Orang, Tuberkolosis 999 Orang
Sementara komoditas makanan dan minuman yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah -0,06 persen, telur ayam ras -0,06 persen, daging ayam ras -0,03 persen.
Cabai hijau -0,01 persen, semangka -0,01, minyak goreng -0,01 persen, terong -0,01 persen, dan bawang merah 0,01 persen.
Sehingga terjadi deflasi kelompok makanan dan minuman sebesar -053 persen. (*)







