ZonaJogja.Com – Pendopo Tawang Sastro di Dusun Sunuran Palbapang, Bantul pada Jumat (28/7/2023) malam tampak meriah.
Anak-anak sampai orang tua menonton pentas seni pembukaan Merti Dusun Sumuran.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kebersamaan warga Sumuran dalam kegiatan merti dusun. Rembulan di atas pendopo menambah suasana jadi indah dan syahdu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto SSos MM.
Acara ini dihadiri Lurah Palbapang, Sukirman SH dan Ketua Panitia, Supiyanta.
Patembayan Ngudi Karaharjan menjadi tema merti dusun. Bermakna kebersamaan dan guyup rukun warga untuk memperjuangkan kemajuan, kemakmuran dan kedamaian.
BERITA LAIN: Hari Ini Penetapan Ketua Umum Hizbul Wathan, 3 Wakil DIY Masuk 13 Nama
Nugroho mengatakan, kegiatan merti dusun bisa menjadi cikal bakal rintisan kalurahan budaya.
“Joglo Tawang Sastro yang digunakan ini merupakan bukti partisipasi masyarakat memajukan kebudayaan,” ujar Nugroho.
Pentas seni menampilkan puisi, lagu, gerak lagu, dan geguritan. Ditutup flashmob.
STIE Pariwisata API Yogyakarta menampilkan pertunjukan tari. Penarinya adalah mahasiswa yang tinggal di Bantul.
Yakni, Nicken Ayu Kusuma Dewi dan Viola Ayu Taorisa.
“Acara ini sangat bermanfaat. Apalagi saya juga mengurus rintisan kalurahan budaya di Wukirsari Imogiri,” ujar Nicken.
BERITA LAIN: AMSI, AJI, IJTI dan IDA Minta Presiden Kaji Perpres Publishers Rights

Ia berharap Merti Dusun Sumuran bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nguri-uri kabudayan, agar adat istiadat tidak tergerus zaman.
Sementara, sore nanti akan dilangsungkan Kirab Budaya Merti Dusun Sumuran.
Gunungan palawija dan 75 ingkung ayam akan diarak keliling kampung. Sabtu malam diteruskan Tradisi Ingkungan di dekat makam Kyai Mojo yang dianggap pancer dusun.
Dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, Wahjudi Djaja SS, MPd mengatakan Merti Dusun Sumuran bisa menjadi energi baru menggerakkan pembangunan berbasis budaya.
“Swadaya masyarakat luar biasa. Ini bisa memotivasi Kalurahan Palbapang untuk segera menuju kalurahan mandiri budaya,” kata Wahjudi yang juga pendamping kegiatan wisata di Palbapang. (*)











