ZonaJogja.Com – Tim Mahasiswa KKN Kelompok 49 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan observasi di Padukuhan Dengok Kidul, Pacarejo, Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Obyek observasi tentang hubungan orang tua dan anak. Lantas, apa hasilnya
Banyak orang tua mengeluh. Mereka mengalami kesulitan menghadapi anak yang dianggap nakal.
Fakta tersebut yang mendorong mahasiswa melakukan pendampingan kepada orang tua.
BERITA LAIN: Anak Kecanduan Gadget jadi Bahasan Mahasiswa KKN UMBY
“Perlu edukasi mengoptimalkan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak. Termasuk kiat pola asuh dan cara mendidik anak yang tepat,” kata Ketua Tim 49, Muhammad Tegar Arung Buwono.
Selain Arung, juga ada Putri Helmia Rettob, Marseila Rahma Eka Pangesti, dan Claudhea Kristy Putri.
Mahasiswa menggelar psikoedukasi bertema Pentingnya Peran Ibu dalam Keluarga.
Acara berlangsung di Balai Padukuhan Dengok Kidul, 15 Agustus lalu. Diikuti 50 peserta.
Warga menyimak penjelasan mahasiswa tentang pencegahan stunting. Memaksimalkan peran suami-isteri mewujudkan keluarga yang ideal.
BERITA LAIN: Menjaga DIY Tetap Aman dan Tentram Lewat Jaga Warga

Mewujudkan keluarga harmonis dan bahagia, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai usia.
Para ibu juga memperoleh tips memberi atau memilih asupan makanan sesuai pertimbangan gizi secara inklusif.
Membangun komunikasi dengan anak terkait kesehatan fisik dan psikis.
“Harapannya, peran seorang ibu dalam mewujudkan keluarga harmonis menjadi optimal. Membentuk suasana gembira di keluarga,” kata Arung.
Kepala Padukuhan Dengok Kidul, Wahyuni Apriliani SIP mengapresiasi kerja Tim KKN 49 UMBY .
BERITA LAIN: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Sebar 131 Agen Kesehatan, Apa Misinya?
“Acara ini memberi pengetahuan bagaimana memerankan sosok ibu membentuk keluarga yang harmonis,” ujar Wahyuni.
Dosen Pembimbing Lapangan, Abdul Hadi SPd MPd menyebutkan kasus stunting di Kabupaten Gunungkidul tertinggi di DIY.
Salah satu faktornya adalah kurang terpenuhinya fungsi ibu secara penuh dalam keluarga, terutama dalam proses tumbuh kembang anak.
“Saya berharap psikoedukasi ini bisa mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat,” kata Abdul Hadi. (*)











