Kronika

Menjaga DIY Tetap Aman dan Tentram Lewat Jaga Warga

677
×

Menjaga DIY Tetap Aman dan Tentram Lewat Jaga Warga

Sebarkan artikel ini
JAGA WARGA: Gubernur Sultan Hamengku Buwono X pada Apel Pembentukan Polisi Jaga Warga DIY di Balaikota Timoho Yogyakarta, 17 Mei 2023. (humas pemda diy)

ZonaJogja.Com – Pemda DIY terus memaksimalkan keberadaan Kelompok Jaga Warga di kota dan kabupaten.

Salah satu program yang sedang dipersiapkan adalah mensinergikan tugas pokok dan fungsi Jaga Warga dengan kepolisian.

“Tapi, ini masih dalam proses. Masih rencana,” kata Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho SP MSi.

Aris belum menjelaskan secara detil mengenai format sinergi Jaga Warga dengan Kepolisian.

BERITA LAIN: Peran Satlinmas Rescue Istimewa Makin Istimewa, Jadi Andalan Atasi Bencana Alam di DIY

ATASI KONFLIK SOSIAL: Pengukuhan Kelompok Jaga Warga Kabupaten Bantul di Pendopo Komplek Parasamya tahun 2022. (bantulkab.go.id)

Masih dalam kajian di Satuan Polisi Pamong Praja DIY sebagai leading sector Jaga Warga.

Program lain, Komunitas Jaga Warga juga diharapkan bisa mengambil peran dalam menyelesaikan perkara di masyarakat.

Permasalahan yang melibatkan antarwarga tidak harus diselesaikan di kepolisian dan pengadilan.

“Kalau bisa diselesaikan secara musyawarah, lebih baik. Ini menjadi tantangan Jawa Warga,” kata Aris.

Sekadar diketahui, personil aparat TNI di DIY berjumlah 3 ribu orang. Jumlah polisi  sekitar 7 ribu orang. Satpol PP mulai  provinsi sampai kota dan kabupaten berjumlah 1.700 orang.

Sedangkan penduduk DIY sebanyak 3,8 juta orang. Rasio jumlah aparat dan masyarakat tidak sebanding. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan mahasiswa baru.

BERITA LAIN: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Sebar 131 Agen Kesehatan, Apa Misinya?

ARIS EKO NUGROHO: Paniradya Pati, Paniradya Kaistimewaan DIY. (dok.pribadi)

Berdasarkan Pergub DIY Nomor 28 Tahun 2021 tentang Kelompok Jaga Warga, Jaga Warga adalah upaya menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan.

Kelompok Jaga Warga beranggotakan maksimal 25 orang di setiap kampung. Posisi Kelompok Jaga Warga berada satu tingkat di atas pranata sosial.

Menumbuhkan kembali rasa nilai-nilai luhur  di masyarakat. Menyelesaikan konflik sosial di  masyarakat.

Memberi saran dan pertimbangan kepada dukuh atau ketua RW atau  pengurus kampung dalam urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

“Juga melakukan koordinasi dengan pranata sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” terang Aris.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY, RM Sinarbiyat Nujanat mendukung kolaborasi Satpol PP DIY dan Paniradya Pati Kaistimewan mengoptimalkan Jaga Warga.

“Upaya positif dan bagus. Saya mendukung,” kata Sinarbiyat.

BERITA LAIN: Anyep, Tembang Asmara yang Dinyanyikan Bejho, Liriknya Menyentuh Banget

Anggota komisi B ini justru mendorong Jaga Warga  dilibatkan dalam menjaga iklim kondusif dalam pengelolaan pariwisata.

Misalnya, ikut menjaga dan menciptakan iklim yang sejuk di tempat pariwisata.

“Bagaimana teknisnya, bisa dirembug dengan instansi terkait,” kata Sinarbiyat.

Sekadar diketahui, operasional Jaga Warga mendapatkan dukungan anggaran dari Dana Keistimewaan (Danais).

Angkanya sebesar Rp 13,934 miliar per tahun.  Alokasi ini dimanfaatkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pada tahun ini, ada bantuan keuangan khusus yang diberikan kepada 41 kelurahan.  Bantuan untuk mengoptimalkan Kelompok Jaga Warga,” terang Aris.

Dari pos Danais, Pemda DIY juga memfasilitasi Jaga Warga berupa seragam dan alat komunikasi HT.

BERITA LAIN: Sarjana Matematika Ini Memandikan Ribuan Jenazah, Kisah Hidupnya Inspiratif

PENDAMPING: Mengoptimalkan peran Kelompok Jaga Warga dalam menciptakan ketentraman. (desa umbulrejo.gunungkidukab.go.id)

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DIY, Amir Syarifudin mendukung  langkah Pemda DIY mengoptimalkan Kelompok Jaga Warga.

“Karena tujuan dibentuknya Jaga Warga itu baik dan positif,” ujar Amir.

Amir mengatakan, Jaga Warga adalah investasi untuk mewujudkan ketentraman di DIY.

Kelompok Jawa Warga untuk menciptakan ketertiban masyarakat agar terwujud suasana sosial yang kondusif dan stabil.

“Jaga Warga jadi media untuk mengumpulkan masyarakat. Ngraketke paseduluran, dan menciptakan guyub rukun sesama warga,” kata Amir. (*)