Kampus

Rektor UAD Lantik 11 Dekan, Ajak Bersama-sama Sukseskan Rencana Strategis Universitas

8
×

Rektor UAD Lantik 11 Dekan, Ajak Bersama-sama Sukseskan Rencana Strategis Universitas

Sebarkan artikel ini
BANGUN BUDAYA MUTU: Rektor Muchlas menyatakan, kepemimpinan dekan sangat menentukan keberhasilan mempertahankan, dan meningkatkan capaian yang telah diraih. Berharap setiap fakultas menjadikan budaya mutu sebagai budaya kerja sehari-hari, sehingga akreditasi bukan dipandang kegiatan sesaat. (azam/zonajogja.com)

Bantul, ZonaJogja.Com – Wajah pimpinan fakultas di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berubah.

Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT mengukuhkan sekaligus melantik 11 dekan baru periode 2026-2030.

Mereka adalah  Prof Dr Suyadi MPdI yang dilantik menjadi Dekan Fakultas Agama Islam, Dr Sumaryanto SE MSi Ak CA (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof Dr Fatwa Tentama SPSi MSi (Fakultas Psikologi).

Prof Wajiran SS MA PhD (Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi), Prof Dr Fithriatus Shalihah SH MH (Fakultas Hukum), Muhammad Syamsu Hidayat SE MSc PhD (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Iwan Tri Riyadi Yanto SSi MIT PhD (Fakultas Sains dan Teknologi Terapan).

Sedangkan pejabat dekan lama yang juga dilantik adalah Muhammad Sayuti SPd MPd MEd PhD (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Prof Dr Ir Siti Jamilatun MT (Fakultas Teknologi Industri), Dr apt Iis Wahyuningsih MSi (Fakultas Farmasi), dan dr Moch Junaidy Heriyanto SpB FINACS (Fakultas Kedokteran).

Prof Muchlas menyatakan, pelantikan dekan hari ini bukan sekadar pergantian jabatan struktural.

Tetapi, estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah perkembangan fakultas dan universitas di masa mendatang.

Proses penetapan dekan telah dilaksanakan sesuai ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah melalui mekanisme yang mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Senat Fakultas yang telah melaksanakan proses penjaringan serta memberi pertimbangan akademik secara sungguh-sungguh terhadap para calon dekan,” kata Muchlas saat memberi sambutan.

Kata Muchlas, perjalanan UAD belum selesai. Pada tahun 2027, UAD kembali menghadapi proses akreditasi institusi.

Kepemimpinan dekan sangat menentukan keberhasilan mempertahankan, dan meningkatkan capaian yang telah diraih.

Rektor Muchlas berharap setiap fakultas menjadikan budaya mutu sebagai  budaya kerja sehari-hari, sehingga akreditasi bukan dipandang kegiatan sesaat.

“Tetapi, sebagai konsekuensi logis dari tata kelola akademik yang unggul dan berkelanjutan,” katanya.

Lima Milestone Pengembangan

UAD telah menetapkan arah pengembangan secara jelas melalui pilihan strategis sebagai Community Services University.

Pilihan tersebut merupakan jati diri UAD yang menekankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.

Komitmen tersebut dituangkan dalam Rencana Strategis Universitas Ahmad Dahlan 2025 – 2045 yang disusun dalam 5 milestone pengembangan.

Yakni, transformasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, serta dijiwai  nilai nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Pendidikan harus melahirkan solusi. Penelitian harus menjawab kebutuhan masyarakat, dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan sekaligus media dakwah Islam Berkemajuan.

Muchlas mengajak para dekan memfokuskan kepemimpinannya pada lima agenda strategis. Pertama, mentransformasikan caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak.

Kedua, membangun budaya akademik yang unggul dan adaptif. Ketiga, memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Keempat, meningkatkan reputasi dan jejaring internasional. Kelima, mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas. (*)