Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipahami sebagai investasi membangun generasi sehat dan berkualitas.
“Makanan yang diberikan bukan hanya untuk dikonsumsi. Tetapi juga menjadi sarana edukasi agar penerima manfaat mengetahui pentingnya gizi seimbang,” kata Budi Waljiman kepada wartawan, hari ini (29/8/2026).
Karena alasan tersebut, politisi Partai Gerindra ini mendukung sepenuhnya pelaksanaan edukasi gizi yang dilakukan serentak seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY, 26-28 Agustus 2026.
Pasalnya, edukasi tersebut merupakan langkah penting agar program MBG memberi manfaat lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penerima manfaat juga mampu mengenali makanan yang sehat, menjaga pola makan, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, di lingkungan sekolah maupun rumah.
Pelaksanaan edukasi gizi juga memperkuat fungsi SPPG sebagai unit pelayanan publik.
SPPG tidak hanya berperan memproduksi dan mendistribusikan makanan. Tetapi, memiliki tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi.
Penguatan fungsi tersebut perlu dilakukan secara konsisten. Budi menyatakan, edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan program MBG.
Dorong Masyarakat Membiasakan Konsumsi Makan Sehat
Edukasi gizi juga dapat mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam membiasakan mengkonsumsi makanan sehat.
Budi Waljiman berharap pelaksanaan edukasi gizi memberi dampak nyata.
“Saya mengajak seluruh pihak mendukung Program MBG melalui partisipasi aktif, pengawasan, serta penerapan pola hidup sehat,” pintanya.
Koordinator Regional Badan Gizi Nasional DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko mengungkapkan, edukasi gizi merupakan program strategis dalam penyelenggaraan MBG.
Pelaksanaan edukasi ditujukan kepada ekosistem penerima manfaat, termasuk peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Elemen lain yang terlibat dalam pelaksanaan program juga menjadi sasaran program edukasi.
“MBG bukan sekadar kegiatan menerima dan mengonsumsi makanan. Masyarakat perlu memahami alasan pemberian makanan. Termasuk cara memilih makanan yang baik, dan penerapan prinsip gizi seimbang,” terang Gagat.
Program MBG Dukung Terwujudnya Generasi Cerdas
Budi Waljiman menambahkan, keberhasilan MBG bukan diukur dari jumlah makanan yang diproduksi dan didistribusikan.
Keberhasilan program MBG dapat dilihat dari perubahan pengetahuan, sikap, dan kebiasaan penerima manfaat memilih dan mengonsumsi makanan.
“Keberhasilan program MBG membutuhkan kerjasama pemerintah, SPPG, sekolah, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat,” ujar Budi.
Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, serta mampu menjangkau penerima manfaat secara optimal.
Program MBG juga mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. (*)











