Bantul, ZonaJogja.Com – Suka baca buku? Jangan lewatkan acara ini. Ada Jogja Book Fair (JBF) 2026 dan Pameran Arsip Keistimewaan DIY di Halaman Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.
Acara yang didukung Paniradya Kaistimewan melalui Dana Keistimewaan ini digelar 29 Agustus hingga 8 September 2026 setiap hari pukul 08.00 sampai 22.00.
Mengusung tema “Jangkah” yang dimaknai Membumikan Literasi, Merawat Memori, Jogja Book Fair 2026 diikuti 119 penerbit nasional dari berbagai kota di Indonesia, termasuk DIY.
Setiap penerbit menyuguhkan ribuan buku yang menarik dibaca. Ada buku non-fiksi, ada pula buku fiksi.
Seperti buku biografi, ensiklopedi, buku pengetahuan, bacaan tentang motivasi, buku pengetahuan dan buku pelajaran sekolah. Ada juga buku fiksi yang memajang buku novel, cerpen, komik dan dongeng.
Pengunjung dapat menemukan berbagai karya buku anak, pendidikan, sastra, sosial, budaya, keagamaan, hingga buku-buku yang sedang populer di area pameran sekitar 1.000 meter persegi.
Pengunjung yang ingin membeli buku berkesempatan mendapatkan diskon buku hingga 80 persen.
Ada pula obral buku mulai Rp 5 ribu, serta paket bundling satu tas buku original seharga Rp 75 ribu.
Wagub Ajak Membumikan Literasi dan Rawat Memori

Pada acara pembukaan Jogja Book Fair (JBF) yang dilaksanakan akhir pekan (29/8/2026) kemarin, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X memberi apresiasi kepada televisi, radio dan surat kabar yang menyerahkan arsip untuk dikelola dan dilestarikan.
Wagub mengatakan, arsip media tidak hanya merekam perjalanan institusi. Tetapi, juga merekam denyut kehidupan masyarakat pada zamannya.
“Dokumen yang jadi arsip akan menjadi sumber berharga untuk memahami perjalanan Yogyakarta dari masa ke masa,” kata Wagub dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala DPAD DIY, Ir Syam Arjayanti MPA.
Wagub mengajak masyarakat bersama-sama membumikan literasi dan merawat memori.
Menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai ruang dengan pengetahuan yang terus tumbuh, dan sejarah tetap terjaga.
Keduanya menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan masa depan.
Perkuat Ekosistem Literasi di DIY

Seorang pengunjung bernama Handayani senang bisa mendatangi Jogja Book Fair 2026.
Bukunya segudang. Penataannya rapi, membuat pengunjung mudah mencari buku.
“Ini acara bagus untuk mengkolaborsikan pameran buku dengan arsip Keistimewaan DIY, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di DIY,” ujarnya.
Saat masuk di ruang pameran arsip Keistimewaan, pengunjung akan mengenal, memahami, dan merawat memori kolektif Yogyakarta pada masa lalu.
Pada ajang Jogja Book Fair (JBF) kali ini, tak hanya memajang buku dan arsip.
Puluhan program acara pendamping telah disiapkan selama penyelenggaraan kegiatan yang akan berakhir 8 September mendatang.
Ada bedah buku, workshop, bincang literasi, aneka kompetisi, donor darah, dan pentas musik.
Penyelenggara juga mendatangkan para pelaku UMKM menjajakan kulier nusantara. (*)











