Bisnis

Konsisten Akselerasi Bisnis, RUPST 2025 Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 43,51 Triliun

422
×

Konsisten Akselerasi Bisnis, RUPST 2025 Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 43,51 Triliun

Sebarkan artikel ini
AKSI DIREKSI: Optimistis strategi jangka panjang yang kami terapkan akan memberi dampak positif bagi ekonomi nasional secara keseluruhan. (istimewa)

Jakarta, ZonaJogja.Com – Bank Mandiri menetapkan 78 persen dari laba bersih konsolidasi tahun 2024 atau senilai Rp 43,51 triliun sebagai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini (25/3/3025), sisa 22 persen ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pengembangan usaha ke depan.

Sebanyak Rp 22,62 triliun dari nilai dividen akan disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52 persen saham Bank Mandiri.

Besaran dividen per lembar saham atau dividen per share bank berkode emiten BMRI mencapai sekitar Rp 466,18, meningkat 31,71 persen secara year on year (YoY).

BERITA LAIN: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Layani Pasien Baru pada Lebaran 2025, Berikut Nomor Penting yang Bisa Dihubungi

Selama tahun 2024, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 55,8 triliun dengan kualitas aset yang terus mengalami perbaikan.

“Besaran dividen mencerminkan komitmen manajemen Bank Mandiri terus berkontribus dalam pembangunan nasional, serta memperkuat posisi sebagai mitra finansial utama pilihan nasabah,” beber Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi di Jakarta.

Pada tahun 2024, total kontribusi Bank Mandiri dalam bentuk pajak mencapai Rp 28,87 triliun, meningkat 8,47 persen secara YoY.

Setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri sampai  akhir tahu diproyeksikan tetap kuat di kisaran level 19 – 20 persen.

BERITA LAIN: LazisMU PKU Muhammadiyah Ajak 300 Anak Disabilitas Bukber, Pulang Diberi THR

RUPST Bank Mandiri juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai sebanyak-banyaknya Rp 1,17 triliun.

Langkah ini merupakan bagian strategi perseroan untuk mengakselerasi keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri yang ditopang fundamental yang solid dan kinerja yang terus tumbuh.

Sepanjang tahun 2024, Bank Mandiri mencatatkan kinerja yang solid, ditandai total aset konsolidasi yang mencapai Rp 2.427 triliun, tumbuh 11,6 persen YoY dibandingkan tahun 2023.

Peningkatan didukung  penyaluran kredit yang mencapai Rp 1.670,55 triliun, tumbuh 19,5 persen YoY, melampaui pertumbuhan kredit industri.

BERITA LAIN: Prodi Ilmu Komunikasi UMY: Kami Bersama Tempo !

Pertumbuhan kredit yang signifikan terjadi di seluruh segmen. Kredit korporasi mencapai Rp 913,3 triliun pada akhir 2024, tumbuh 25,5 persen YoY.

Segmen UMKM juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 6 persen YoY menjadi Rp 135 triliun.

Darmawan juga mengungkapkan, hingga akhir tahun 2024, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri menembus 29,3 juta dengan frekuensi transaksi mencapai 3,9 miliar transaksi atau tumbuh 38 persen secara tahunan.

Selain itu, kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri mengalami pertumbuhan yang solid, didukung oleh peningkatan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA).

BERITA LAIN: PHRI DIY Nangis, Reservasi Inap Tahun 2024 Capai 70 Persen, Hari Ini Baru 40 Persen

Hingga akhir 2024, DPK Bank Mandiri tercatat tumbuh sebesar 7,73 persen YoY menjadi Rp 1.699 triliun, didorong kenaikan signifikan pada segmen giro dan tabungan.

Porsi CASA mencapai 80,3 persen dari total DPK. Angka ini mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengoptimalkan pendanaan berbasis dana murah.

“Kami optimistis strategi jangka panjang yang kami terapkan akan memberi dampak positif bagi ekonomi nasional secara keseluruhan,” tutur Darmawan. (*)