Sport

Mandiri Jogja Marathon Digelar 22 Juni, Diikuti 9.200 Pelari dari 17 Negara

301
×

Mandiri Jogja Marathon Digelar 22 Juni, Diikuti 9.200 Pelari dari 17 Negara

Sebarkan artikel ini
JUMPA PERS: Race Director MJM, Pandu Bagus Buntaran; SEVP Corporate Relations Bank Mandiri, M Wisnu Trihanggodo; Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Pratanadi; dan Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati. (azam/zonajogja.com)

Sleman, ZonaJogja.Com – Bank Mandiri akan menggelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 di kawasan Candi Prambanan, 22 Juni mendatang.

MJM tahun ini mengusung tema “Accelerate Your Limit, Embrace The Culture”.  Kalander  marathon yang diselenggarakan sejak 2017  siap mengakselerasi peran sport tourism sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Juga sekaligus memperkuat komitmen Bank Mandiri terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

MJM 2025  terdiri empat kategori. Yakni  Marathon, Half Marathon, 10K, dan 5K Fun Run.  Diikuti  9.200 pelari dari 17 negara, seperti Kenya, Amerika Serikat (AS), Inggris Raya, Korea Selatan, China, Jepang, Malaysia, dan Singapura.

Hebatnya, penjualan tiket sebanyak 9.200 ludes hanya dalam waktu 15 menit.

BERITA LAIN: Didukung Danais, Kontes Bonsai Tingkat Nasional di Gunungkidul Sukses Peserta, Sukses Pengunjung

MJM  2025menjadi salah satu ajang marathon paling masif dan inklusif di Indonesia tahun ini.

SEVP Corporate Relations Bank Mandiri, M Wisnu Trihanggodo mengatakan,  MJM tidak hanya menjadi sarana kompetisi olahraga dan promosi budaya.

Tetapi, juga bagian dari strategi keberlanjutan korporasi yang berdampak nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

MJM 2025 telah menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mendorong akselerasi ekonomi lokal, pemanfaatan teknologi berkelanjutan, serta penguatan kesadaran kolektif tentang pentingnya keberlanjutan.

“Kami ingin momentum ini membawa nilai tambah konkret tidak hanya bagi Yogyakarta, tapi juga untuk Indonesia,” kata Wisnu dalam Konferensi Pers Mandiri Jogja Marathon 2025, hari ini (19/6/2025).

BERITA LAIN: Warga Prambanan Tolak Event Marathon, Begini Alasannya

MJM 2025: Mengusung tema “Accelerate Your Limit, Embrace The Culture”, kalander marathon yang diselenggarakan sejak 2017 siap mengakselerasi peran sport tourism sebagai motor pertumbuhan ekonomi. (azam/zonajogja.com)

Berdasarkan riset terbaru Mandiri Institute, penyelenggaraan MJM pada dua tahun terakhir mendorong pertumbuhan belanja di wilayah DIY, khususnya pada hari pelaksanaan, lebih dari sepertiga dibandingkan rata-rata periode normal.

Dampak tersebut berasal dari pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara yang mengikuti rangkaian lomba, serta aktivitas turunan di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Pratanadi menyatakan Mandiri Jogja Marathon berkontribusi  memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism.

MJM mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menciptakan sirkulasi ekonomi di sektor pariwisata dan UMKM.

“Kehadirannya selalu ditunggu, karena mampu menggabungkan olahraga, budaya, dan potensi ekonomi daerah dalam satu platform yang kuat,” ujar Imam.

BERITA LAIN: Kuota SMP Negeri Jalur Afirmasi Disabilitas 172 Kursi, Tak Lolos Seleksi Bisa Daftar Swasta, Disediakan JPD Inklusi

Race Director MJM, Pandu Bagus Buntaran mengungkapkan,  MJM 2025 dirancang untuk menghadirkan pengalaman berlari yang berstandar internasional.

Menggunakan rute bersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), MJM 2025 dipastikan memenuhi aspek teknis global yang memungkinkan pencatatan waktu resmi bagi pelari nasional maupun internasional.

MJM telah menjadi salah satu ajang lari paling kompetitif  di Indonesia dengan tingkat partisipasi komunitas lari yang terus tumbuh.

“Rute yang kami siapkan tidak hanya menantang secara teknis, tetapi juga memberi pengalaman visual khas Yogyakarta yang selalu jadi daya tarik bagi para pelari,” jelas Pandu.

BERITA LAIN: UAD Siap Terbitkan Buku Baru, Isinya tentang Etika Konsumen Kecerdasan Buatan

Salah satu kearifan lokal yang diangkat dalam MJM tahun ini tercermin dalam desain medali yang mengusung konsep sumbu filosofis Yogyakarta.

Medali MJM 2025 adalah bagian pertama dari rangkaian lima medali tahunan.

Jika dikoleksi lengkap hingga 2029 akan membentuk satu kesatuan visual yang merepresentasikan garis sumbu filosofis Yogyakarta dari Laut Selatan, Panggung Krapyak, Keraton, Tugu Yogyakarta, hingga Gunung Merapi.

Sebagai bagian dari kegiatan Road to Mandiri Jogja Marathon 2025, Bank Mandiri juga menyelenggarakan program Mandiri Sahabat Desa di 18 titik, di kawasan Prambanan.

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri meliputi literasi keuangan, pengembangan potensi desa, lomba mini race desa, senam sehat, kerja bakti desa hingga peningkatan kualitas gizi melalui masak besar yang berkolaborasi dengan warga lokal. (*)