Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Puluhan perusahaan memenuhi undangan Pemkot Yogyakarta pada acara Musrenbang Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP) di Hotel Harper, 19 Juni 2025. Apa yang dibahas?
Seperti diketahui, relasi Pemerintah Kota Yogyakarta dengan perusahaan swasta sudah lama terjalin. Keduanya intens melakukan kerjasama, saling mengisi, dan sama-sama menaruh peduli terhadap masyarakat.
Kali ini, sebanyak 80 perusahaan membahas aksi tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Juga mengundang 51 perangkat daerah dan perwakilan komunitas.
Acara yang berlangsung setengah hari ini dihadiri Walikota Yogyakarta, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K); dan Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan SE MM.
Juga hadir Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro SH MH; Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono; Kadinas Pendidikan dan Olahraga, Budi Santosa Asrori SE MSI, serta Ketua Forum TSLP Kota Yogyakarta yang juga Pemimpin Cabang Senopati PT BPD DIY, Gunawan Hasri Baskoro SE MM.
BERITA LAIN: Mandiri Jogja Marathon Digelar 22 Juni, Diikuti 9.200 Pelari dari 17 Negara

Acara Musrenbang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan bertujuan meningkatkan sinergi yang bermanfaat bagi Pemkot Yogyakarta dan perusahaan.
Walikota Hasto Wardoyo menyatakan, kerjasama pemerintah dan perusahaan merupakan aksi kongkret mendukung pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat.
Perusahaan telah memberi andil pada pembangunan sektor sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan.
Program CSR mempunyai peran strategis mendukung sustainable development. Yakni, pertumbuhan ekonomi, kesetaraan sosial dan pelestarian lingkungan.
“Keberhasilan kolaborasi pemerintah dan perusahaan menguatkan posisi Kota Yogyakarta sebagai center of excellence dan center of referral,” kata Walikota.
Agar output sinergi pemerintah dan perusahaan semakin membumi, perlu ide kreatif mengemas program pembangunan yang pembiayaannya dibantu dari pos anggaran tanggung jawan sosial perusahaan (CSR).
BERITA LAIN: Didukung Danais, Kontes Bonsai Tingkat Nasional di Gunungkidul Sukses Peserta, Sukses Pengunjung
Program CSR juga harus produktif. Bisa memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian penduduk Kota Yogyakarta.
“Kami berterimakasih kepada para perusahaan yang selama ini telah membantu program pemerintah,” ujar Hasto.
Hanya, perusahaan juga harus mendapatkan keuntungan agar program yang dijalankan untuk masyarakat bisa sustainable.
Semangat yang dibangun harus take and give. Perlu diskusi membahas “timbal balik” dari pemerintah kepada perusahaan. Misalnya CSR dihitung bagian dari pengurangan pajak.
“Ketika ada mekanismenya, Pemkot Yogyakarta tidak hanya minta. Karena perusahaan juga harus menghidupi karyawan,” kata Hasto mengingatkan.
BERITA LAIN: Pelajar yang Suka Organisasi Telah Pergi, Madrasah Muallimat Muhammadiyah Berduka
Sekadar diketahui, hingga tahun 2025 terdapat 70 perusahaan yang melaksanakan dan melaporkan kegiatan tangung jawab sosial di Kota Yogyakarta.
Data dari Bappeda Kota Yogyakarta menyebutkan realisasi TSLP selama tahun 2024 sebesar Rp 4,6 miliar.
Anggaran tersebut membiayai 365 kegiatan. Sebanyak 49,3 persen dari realisasi tersebut untuk membantu program penanggulangan kemiskinan.
Program SCR pada bidang perekonomian berupa dukungan terhadap event wisata dan budaya.
Atensi CSR terhadap UMKM berupa pelatihan , kurasi produk, bantuan sarpras usaha, akses wifi gratis di basis wilayah.
Kolaborasi pemerintah dan perusahaan berupa pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta bantuan perbaikan sarana prasarana pendidikan.
“Program ini untuk menguatkan posisi Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dengan SDM Sehat dan Unggul,” terang Walikota.
BERITA LAIN: Warga Sulit Masuk Lewat Jalur Radius, Disdikpora Kota Yogyakarta Buka Tahap Khusus di Umbulharjo
Kolaborasi pada bidang kesehatan adalah pemberian makanan tambahan, dukungan layanan kesehatan dan pengecekan kesehatan yang menyasar kelompok lansia.
Sementara pada pelestarian lingkungan, sasaran kolaborasi adalah penanganan sistem pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas tutupan lahan.
Inovasi terbaru yang mendapatkan dukungan dari korporasi adalah transporter. Program ini bertujuan meningkatkan tata kelola sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Juga mempermudah sistem pengangkutan sampah di basis wilayah, sehingga bisa mengurangi pembuangan sampah liar dan pengelolaan sampah menjadi lebih terorganisir.
Bersamaan acara musrenbang, Pemkot Yogyakarta menganugerahkan penghargaan Anugerah Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan Tahun 2025 kepada perusahaan.
“Penghargaan diberikan kepada delapan perusahaan,” kata Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono.
BERITA LAIN: Kim’s Bar & Kitchen Hadir di Yogyakarta, Tak Hanya Makanan yang Enak, Tempatnya Nyaman untuk Ngobrol
Antara lain kepada PT BPD DIY Cabang Senopati (Bidang Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Kualitas Lingkungan Hidup), PT Sintesa Sinergi Nusantara (Bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia).
Baznas Kota Yogyakarta (Bidang Penanggulangan Kemiskinan), PT Bina Pertiwi Member of Astra (Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Olahraga).
PT Bank Mandiri Kanwil Yogyakarta (Bidang Peningkatan Pariwisata dan Budaya Berbasis Masyarakat), PT Telkom Indonesia (Bidang Kenyamanan Kehidupan Beragama), dan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta (Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan). (*)











