Gunungkidul, ZonaJogja.Com – Sukses peserta. Sukses pengunjung. Begitulah acara pemandangan Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional “Handayani Bonsai Fest #1”.
Event kali pertama di Gunungkidul ini menjadi tontonan para penyuka bonsai.
Juga didatangi masyarakat dari berbagai kota yang mulai melirik bisnis bonsai yang semakin prospektif.
Pameran dan kontes bonsai yang mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana” diselenggarakan di Lapangan Ki Demang Wonopawiro, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, 10-24 Juni 2025.
Acara bertaraf nasional yang didukung Dana Keistimewaan ini diikuti 708 peserta. Terdiri kelas Prospek sebanyak 530 peserta, Pratama 112 peserta, dan Madya 146 peserta.
“Alhamdulillah. Jumlah peserta melebihi target,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana saat menyampaikan laporan kegiatan pada pembukaan pameran (18/6/2025).
BERITA LAIN: Warga Prambanan Tolak Event Marathon, Begini Alasannya

Seremoni pembukaan dihadiri Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho; Wahyu Nugroho (Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik Kabupaten Gunungkidul); dan Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Alex R Tangkulung.
Peserta datang dari berbagai kota di Indonesia. Ada peserta dari Sumetara. Sedangkan terjauh dari Batulicin, Kalimantan Selatan.
Karya-karya mereka dipamerkan selama hampir sepuluh hari. Dan, pengunjung dapat melihat lebih dekat ratusan bonsai yang menyuguhkan keindahan. Antara lain bebentuk formal upright, cascade dan slanting.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberi apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional “Handayani Bonsai Fest #1”.
BERITA LAIN: Pelajar yang Suka Organisasi Telah Pergi, Madrasah Muallimat Muhammadiyah Berduka
“Saya mendukung kegiatan seperti ini. Layak dikembangkan secara profesional,” kata Bupati Endah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik; Wahyu Nugroho.
Bupati Endah berharap event perdana di Gunungkidul ini bisa menjadi agenda kalender pameran bonsai nasional.
Pameran dan kontes yang berlangsung selama dua minggu ini menjadi momen penting bagi pekerja seni dan pecinta bonsai.
Menjadi ruang untuk memberi apresiasi kepada pekerja seni bonsai, dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang memanfaatkan budi daya tanaman.
Bisa memberi dampak positif bagi kelangsungan UMKM, perajin pot, pedagang kuliner, dan pariwisata.
BERITA LAIN: UAD Siap Terbitkan Buku Baru, Isinya tentang Etika Konsumen Kecerdasan Buatan

Event ini sekaligus bisa menjadi gerakan pelestarian lingkungan. Yakni, merawat, menjaga dan melestarikan pohon lokal di Gunungkidul, seperti wahong, santigi dan serut.
“Saya berharap Handayani Bonsai Fest 2025 bisa mengangkat seni bonsai yang memiliki daya ekonomi bernilai tinggi. Memperkuat posisi Gunungkidul sebagai pusat kreativitas dan seni bonsai di DIY,” kata Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho.
Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Alex R Tangkulung memberi apresiasi terhadap kesuksesan penyelenggaraan Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional “Handayani Bonsai Fest #1”.
“Ini pencapaian yang luar biasa. Apalagi melihat peserta kontes yang mencapai 700 lebih,” kata Alex.
Alex memuji dan menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Sultan HB X yang telah mendukung pelaksanaan pameran dan kontes bonsai melalui Paniradya Kaistimewan.
Selain pameran dan kontes, juga ada sarasehan, demo membuat bonsai, informasi pemupukan, edukasi dan berbagi ilmu budidaya bonsai. (*)











