Kronika

Prodi Ilmu Komunikasi UMY: Kami Bersama Tempo !

399
×

Prodi Ilmu Komunikasi UMY: Kami Bersama Tempo !

Sebarkan artikel ini
BERSAMA TEMPO: Karangan bunga dukungan kepada Tempo setelah mendapat teror berupa kiriman kepala babi. (wd/*}

Bantul, ZonaJogja.Com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengutuk keras intimidasi yang dilakukan terhadap Tempo.

Intimidasi berupa pengiriman kepala babi yang secara khusus ditujukan kepada  wartawan Tempo yang juga host  Bocor Alus Politik, Francisca Christy Rosana.

“Kami bersama Tempo. Mendukung penuh aktivitas jurnalisme Tempo yang berpihak kepada kepentingan publik dan memberikan ruang kepada kelompok lemah untuk ‘bersuara’ melalui pemberitaan media,” kata Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Dr Fajar Junaedi MSi kepada wartawan, hari ini (21/3/2025).

Prodi Ilmu Komunikasi UMY menyerukan kepada pihak berwajib lebih proaktif menangani dan menuntaskan kasus-kasus intimidasi kepada media.

BERITA LAIN: Tunaikan Zakat Maal, Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping Kumpulkan Rp 54 Juta

Para jurnalis juga harus diberi ruang aman dalam menjalankan peran sebagai alat kontrol.

Fajar menegaskan mendukung media melakukan kerja jurnalistik yang independen, objektif dan profesional sebagai wujud pilar keempat demokrasi.

“Yakni, melakukan pengawasan kepada lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif melalui pemberitaan,” tandas Fajar.

Prodi Ilmu Komunikasi UMY mengajak masyarakat  terus mendukung dan mengkonsumsi karya jurnalistik berkualitas untuk menciptakan suasana bisnis media yang kompetitif dan sehat.

Serta produk jurnalistik yang berpihak pada kepentingan publik, termasuk kelompok marginal dan rentan serta upaya-upaya penegakan demokrasi.

BERITA LAIN: Tempo Dikirimi Kepala Babi, Setri Yasra: Bentuk Teror terhadap Kebebasan Pers

Fajar mengatakan, sikap Prodi Ilmu Komunikasi UMY merupakan bentuk tanggung-jawab moral dan akademis atas kesadaran pentingnya menjaga media yang bebas dari tekanan.

Bangsa ini, dengan berbagai krisis dan gelombang protes yang ditujukan kepada elit politik.

Membutuhkan media yang dapat menyuarakan aspirasi publik, serta memberi tekanan kepada penguasa agar sesuai  prinsip demokrasi yang mengutamakan check and balance, dan menghargai kebebasan berpendapat dan akal sehat.

Kata Fajar, media adalah salah satu medium bagi publik untuk mendapatkan informasi dan ruang diskursus yang penting agar akal sehat itu terus terjaga.

“Merawat media tetap independen dan objektif adalah tugas kita semua,” ujarnya. (*)