Headline

Warga Sulit Masuk Lewat Jalur Radius, Disdikpora Kota Yogyakarta Buka Tahap Khusus di Umbulharjo

287
×

Warga Sulit Masuk Lewat Jalur Radius, Disdikpora Kota Yogyakarta Buka Tahap Khusus di Umbulharjo

Sebarkan artikel ini
JUMPA PERS: Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori (kanan), didampingi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosan Kota Yogyakarta, Edy Sugiharto SSTP MM. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com –  Tahun ini, ada 8 jalur SPMB jenjang SMP Negeri di Kota Yogyakarta. Yakni, jalur domisili radius dengan kuota 10 persen, domisili daerah kuota 40 persen.

Jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) kuota 15 persen, afirmasi disabilitas kuota 5 persen, mutasi dan kemaslahatan guru kuota 5 persen.

Prestasi akademik 10 persen, prestasi umum 10 persen, dan prestasi khusus kuota 5 persen.

Jalur radius seleksi menggunakan jarak antara titik tengah RW tempat tinggal calon murid dengan titik tengah sekolah.

Sementara afirmasi disabilitas seleksi dengan jalur KSJPS seleksi berdasarkan nilai rapor dan ASPD.

BERITA LAIN: Kuota SMP Negeri Jalur Afirmasi Disabilitas 172 Kursi, Tak Lolos Seleksi Bisa Daftar Swasta, Disediakan JPD Inklusi

Berdasarkan data, Kemantren Umbulharjo paling banyak jumlah siswanya. Jumlah SMP negeri di Kementren Umbulharjo hanya satu. Jarak dengan sekolah negeri lain relatif jauh.

Kondisi ini membuat lulusan sekolah dasar di Umbulharjo kesulitan menggunakan SPMB jalur radius.

“Karena itu, SPMB jenjang SMP jalur domisili daerah dibuka tahap khusus Kemantren Umbulharjo,” terang Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori kepada wartawan (17/6/2025).

Sementara seleksi tahap khusus Umbulharjo bersamaan pelaksanaan seleksi jalur radius. Masyarakat Umbulharjo bisa memilih jalur domisili radius atau tahap khusus.

BERITA LAIN: UAD Siap Terbitkan Buku Baru, Isinya tentang Etika Konsumen Kecerdasan Buatan

Seleksi jalur domisili daerah tahap khusus  untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat Umbulharjo.

Mengingat luas wilayah Kemantren Umbulharjo hampir sepertiga dari luas Kota Yogyakarta. Sedangkan sekolah SMP negeri hanya satu. Yakni,  SMP Negeri 10 Yogyakarta.

“Makanya kami membuka akses awal bagi masyarakat Umbulharjo untuk jalur domisili daerah. Kuota dua puluh persen awal digunakan untuk masyarakat Umbulharjo,” kata Budi.

Sekadar diketahui, SPMB SMP Negeri jalur domisili daerah memiliki kuota daya tampung 40 persen. Khusus SMPN 10 Yogyakarta, kuota jalur domisili daerah sebanyak 20 persen awal untuk seleksi tahap khusus Kemantren Umbulharjo.

BERITA LAIN: Kim’s Bar & Kitchen Hadir di Yogyakarta, Tak Hanya Makanan yang Enak, Tempatnya Nyaman untuk Ngobrol

Sedangkan sisa kuota 20 persen untuk seleksi tahap 14 kemantren di Kota Yogyakarta. Daya tampung SMPN 10 Yogyakarta jalur domisili daerah sebanyak 91.

Proses seleksi jalur domisili daerah tahap khusus Kemantren Umbulharjo dijadwalkan 18-23 Juni 2025.

Mulai pengajuan akun secara mandiri di laman https://yogya.spmb.id. Lalu pengumpulan berkas dan verifikasi pengajuan akun di SMPN 10 Yogyakarta tanggal 20-23 Juni 2025.

Dilanjutkan aktivasi token secara mandiri pada 20-24 Juni 2025. Hasil seleksi diumumkan  25 Juni 2025. (*)