Kronika

Siap Siap Bergelar Magister Pendidikan, Dhian Novitasari Teliti Dampak Program MBG terhadap UMKM

223
×

Siap Siap Bergelar Magister Pendidikan, Dhian Novitasari Teliti Dampak Program MBG terhadap UMKM

Sebarkan artikel ini
DHIAN NOVITASARI: Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Yogyakarta menyebut program MBG merupakan kebijakan intervensi sosial yang bertujuan mengatasi permasalahan gizi masyarakat.. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Sebentar lagi, anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dhian Novitasari bakal menyandang gelar Magister Pendidikan Ekonomi Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Politisi Partai Gerindra ini sedang menyelesaikan tesis mengenai  Dampak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Peningkatan Ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lokal di Kota Yogyakarta.

Dhian, mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi S2 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta ini mengatakan, program MBG merupakan kebijakan intervensi sosial yang bertujuan mengatasi permasalahan gizi masyarakat.

“Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan aktif pelaku UMKM dalam penyediaan makanan bergizi,” kata Dhian kepada ZonaJogja.Com, hari ini (21/8/2025).

BERITA LAIN: Sidang Senat Kukuhkan 4 Dosen jadi Guru Besar, Kini UAD Miliki 57 Profesor

Penelitian yang dilakukan Dhian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM yang terlibat dalam program MBG.

Juga dilakukan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan dan pelaku usaha.

Berharap Penelitian jadi Referensi Akademik

Dhian berharap penelitian dapat menjadi referensi akademik yang memperkaya literatur mengenai dampak kebijakan pangan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Penelitian memandang dampak program MBG terhadap ekonomi UMKM pangan lokal dapat dianalisis melalui hubungan antara tujuan ketahanan pangan, strategi pembangunan ekonomi lokal, efek ekonomi dari intervensi kebijakan, dan proses pemberdayaan UMKM.

“Hubungan ini diharapkan dapat menggambarkan bagaimana program sosial yang berfokus pada gizi juga memiliki potensi sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang inklusif di tingkat daerah,” ujar Dhian.

BERITA LAIN: Bank Mandiri Gelar Bazar UMKM dan Lomba Lari, Undang Lupis Legendaris Mbah Satinem

Berdasarkan integrasi teori-teori tersebut, kerangka berpikir penelitian memposisikan program MBG berpotensi meningkatkan ekonomi UMKM pangan lokal melalui beberapa tahap.

Yakni, mekanisme peningkatan permintaan produk lokal, perluasan pasar, dan pemberdayaan usaha.

Dampak tersebut dimediasi efektivitas kolaborasi antar-aktor, kualitas kelembagaan, dan keberlanjutan dukungan kebijakan.

Namun, besarnya dampak tersebut perlu dibuktikan secara empiris, mengingat masih minimnya kajian yang mengukur secara langsung hubungan antara program MBG dan pertumbuhan ekonomi UMKM di tingkat daerah.

Keterlibatan UMKM Memberi Dampak Positif

Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan UMKM dalam program MBG memberi dampak positif terhadap peningkatan pendapatan, perluasan pasar, serta penguatan kapasitas produksi.

Program MBG juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis pangan lokal yang berkelanjutan.

“Temuan ini merekomendasikan perlunya perluasan cakupan program serta peningkatan pendampingan bagi UMKM agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin optimal,” kata Dhian.

Program MBG untuk mengatasi permasalahan gizi dan stunting di Indonesia membawa dampak terhadap berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi lokal.

BERITA LAIN: Peringati 13 Tahun UUK DIY, Sultan HB X: Menguatkan yang Sudah Baik, Mengembangkan yang Potensial

Di Kota Yogyakarta, implementasi program MBG melibatkan pelaku UMKM pangan lokal sebagai salah satu mitra penyedia bahan dan produk pangan bergizi.

“Namun, hingga sekarang belum ada kajian mendalam yang menjelaskan secara sistematis bagaimana pelibatan UMKM dalam program MBG berdampak terhadap peningkatan ekonomi mereka, baik dari segi peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, maupun perluasan pasar,” ungkap Dhian.

Itulah sebabnya,  perlu dirumuskan permasalahan mendasar yang menjadi fokus kajian.

Misalnya, mengetahui pelaksanaan program MBG di Kota Yogyakarta, keterlibatan UMKM pangan lokal dalam pelaksanaan program MBG, bentuk dampak ekonomi bagi UMKM pangan  dalam program MBG, serta mengetahui faktor  yang mendukung atau menghambat peningkatan ekonomi UMKM melalui program MBG. (*)