Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Rangkaian kegiatan memperingati 13 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digelar.
Acara pembukaan dilaksanakan di Teras Malioboro Beskalan, malam ini (13/8/2025) dengan tema Mupakara Gunita Prasanti Loka.
Diawali Kelir Kaistimewan oleh Gondhol Sumargiyono. Lalu, sambutan Paniradya Pati Kaistimewaan, Aris Eko Nugroho SP.
Dilanjutkan launching logo 13 tahun Keistimewaan DIY oleh Wagub KGPAA Paku Alam X bersama Bupati Kulon Progo, Dr HR Agung Setyawan ST MSc MM; dan Wawali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan.
Juga hadir sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemda DIY yang mendampingi Wagub Paku Alam X di panggung.
BERITA LAIN: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta jadi Mitra Perjalanan Haji dan Umroh, Siap Layani Vaksinasi Perjalanan Internasional

Prosesi launching ditandai bedhol kayon oleh Wagub, lalu diserahkan kepada Paniradya Pati Kaistimewaan, Aris Eko Nugroho SP.
Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, peringatan 13 Tahun Keistimewaan DIY sebagai titik refleksi dan tekad baru.
“Bersama tak hanya memperbaiki yang kurang. Tetapi juga menguatkan yang sudah baik, dan mengembangkan yang potensial,” kata Sultan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X.
Sultan mengatakan, 13 tahun pelaksanaan UU Keistimewaan telah membawa berbagai capaian. Tetapi, perjalanan keistimewaan tidak pernah bebas dari tantangan.
DIY menghadapi dinamika pariwisata yang harus selaras dengan kelestarian lingkungan, tekanan alih fungsi lahan yang mengancam ruang hidup, perkembangan teknologi yang menuntut birokrasi lebih adaptif, hingga gelombang budaya global yang menguji daya tahan jati diri.
Gubernur mengajak momen 13 tahun Undang Undang Keistimewaan DIY sebagai refleksi untuk memperbaiki yang kurang, dan mengembangkan yang potensial.
Masyarakat Antusias, Teras Malioboro Beskalan Ramai

Sebelumnya, Paniradya Pati Kaistimewaan, Aris Eko Nugroho SP dalam sambutan pembuka mengatakan, Undang Undang Keistimewaan DIY selama 13 tahun telah menjadi dasar untuk merancang berbagai kebijakan.
Yakni, kebijakan strategis yang mengakar pada nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta partisipasi masyarakat.
Momentum 13 tahun Keistimewaan DIY bukan hanya penanda waktu. Tetapi juga refleksi terhadap capaian, tantangan, dan arah pengembangan keistimewaan ke depan agar selalu relevan dan berdampak luas bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menciptakan semangat kolektif antar pemangku kepentingan dan masyarakat menjaga ruh keistimewaan, membumikan nilai-nilai keistimewaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Serta mendorong sinergi lintas sektor mendukung keberlanjutan pelaksanaan Keistimewaan DIY,” kata Aris.
BERITA LAIN: Milad ke-110, Suara Muhammadiyah Launching Buku tentang Media dan Islam Berkemajuan

Acara yang dilaksanakan pukul 18.00 hingga 23.00 ini mendapat atensi dari masyarakat.
Masyarakat antusias mendatangi panggung yang didirikan di Teras Malioboro Beskalan.
Saking banyaknya penonton, area depan panggung yang semula kosong, dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan acara pembukaan kegiatan 13 tahun Keistimewaan DIY.
Sebelum berada di area panggung, masyarakat mengunjungi stand layanan yang didirikan setelah pintu masuk. Stand diisi delapan organisasi perangkat daerah.
Meliputi pelayanan publik perpanjangan pajak STNK Tahunan (BPKA DIY), konsultasi kesehatan jiwa (RSJ Ghrasia), pelayanan Identitas Kependudukan Digital dan kepengurusan kependudukan lain (DPMKKPS).
BERITA LAIN: 76 Indonesian Downhill Season 2025 Berakhir, Rendy Sanjaya Comeback Raih Gelar Juara di Men Elite !

Kemudian pelayanan SI Keling (BPTTG DIY), layanan konseling puspaga dan tesaga (DP3AP2), layanan pojok baca (DPAD DIY), dan kepengurusan NIB untuk UMKM (Dinas Koperasi dan UKM DIY).
Penonton juga disuguhi fashion show dengan pemodel dari kelompok UMKM Teras Malioboro.
Suasana semakin ger-geran ketika pembaca acara Theresia Wulandari dan Wijil Rachadanti mengundang Marwoto Kawer dan Den Baguse Ngarso tampil di panggung.
Pembukaan rangkaian kegiatan 13 tahun Keistimewaan DIY juga dimeriahkan Jessgandhez, Orkes OG, dan pemutaran video Calendar of Event Istimewa 13 Agustus – 13 September 2025.
Acara diakhiri penampilan bintang tamu Wawes ! yang lagu-lagunya menyihirpara penonton yang memenuhi Teras Malioboro Beskalan.
Puncak Gebyar Keistimewaan dijadwalkan digelar di Alun- Alun Wonosari, Gunungkidul, 30-31 Agustus 2025.
Sementara penutupan rangkaian Peringatan 13 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY di Lapangan Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul tanggal 13 September 2025. (*)











