Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Suara Muhammadiyah merilis buku baru berjudul “Media & Islam Berkemajuan: Perjalanan dan Pemikiran Jurnalis Islam Lintas Generasi”.
Buku setebal 326 halaman yang ditulis Roni Tabroni ini dilaunching di Lantai 4 Grha Suara Muhammadiyah Jalan KHA Dahlan 107 Yogyakarta, hari ini (13/8/2025).
Sekadar diketahui, Roni menjabat wakil ketua Majelis Pustakan dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Acara ini dihadiri Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof Muchlas MT; Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah, Deni Asyari MA Dt Marajo.
Menghadirkan narasumber Dr Roni Tabroni MSi (penulis), Isngadi Marwah Atmaja MH (Redaktur Pelaksana Suara Muhammadiyah), dan Dr Octo Lampito MPd (Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat).
BERITA LAIN: Peringati 17an, Relawan Kibarkan Bendera Raksasa di Atas Kali Kuning

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Prof Muchlas MT mengaku senang dengan buku yang ditulis Roni Tabroni.
“Ini momentum yang luar biasa. Buku ini sangat layak dan penting untuk dibaca,” kata Muchlas yang juga rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Buku “Media & Islam Berkemajuan: Perjalanan dan Pemikiran Jurnalis Islam Lintas Generasi” sebagai spirit menempatkan media menjadi ijtihad intelektual.
Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari mengapresiasi tulisan Roni Tabroni.
“Buku ini menjadi kado Milad ke-110 Suara Muhammadiyah sekaligus Hari Pers Muhammadiyah,” kata Deni.
Deni lantas menyatakan posisi media dan informasi dalam Islam sangat penting.
BERITA LAIN: Sempat Lelah dan Kepanasan, 3 Orang Terjebak dalam Lift Berhasil Diselamatkan Petugas Damkarmat
Media dan informasi nomor satu dalam Islam. Posisi media sebagai superstruktur untuk membentuk dasar struktur sosial.
“Tapi, berbeda dengan Marxisme. Di mana basic struktruk membentuk superstruktur. Sementara dalam Islam, superstruktur membentuk basic struktur,” ungkapnya.
Bagi Deni, buku yang diterbitkan percetakan Suara Muhammadiyah ini menjadi legitimasi dari jawaban kebertahanan Suara Muhammadiyah yang melampaui 100 tahun.
Kehadiran Suara Muhammadiyah bukan sekadar berdimensi pers, melainkan hadir sebagai dimensi mujadid, muwahid dan mujtahid. (*)











