Joko Mursito jadi ASN “Langka” di DIY, Bergelar Doktor “Terbaik” yang Atensi Budaya dan Pariwisata

Kulon Progo, ZonaJogja.Com – Ucapan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Dr Joko Mursito SSn MM terus berdatangan.
Mereka memberi ucapan selamat kepada Joko yang baru saja menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Negeri Yogyakarta.
Ucapan datang dari bupati, wakil bupati, anggota legislatif, teman sejawat, budayawan, seniman, musikus, organisasi profesi, pelaku pariwisata hingga jurnalis.
Ada yang mengirim karangan bunga di rumahnya di Kapanewon Pengasih. Ada yang datang menyalami. Ada pula yang menyampaikan ucapan selamat melalui pesan whatsapp.
Tak hanya berpredikat lulusan summa cumlaude dengan nilai IPK 4,00. Suami Ari Hargiatmi ini juga mendapatkan predikat doktor lulusan “terbaik”.
Joko mempresentasikan disertasi berjudul “Sendratari Topeng Sugriwa Subali di Goa Kiskenda, Kajian Edu Wisata”. Disertasi yang merupakan elaborasi matra Pendidikan, matra Budaya, dan matra Pariwisata dipaparkan di depan tim akademik dan tim penguji.
Tim akademik ada nama Prof Dr Suminto A Sayuti dan Prof Dr Kuswarsantyo MHum.
Sedangkan tim penguji terdiri Prof Dr Yudanto MPd, Prof Dr Sumaryanto MKes AIFO, Dr HR Agung Setyawan ST MSc MM, dan Dr Bambang Saptono MSi.
Seni dan Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan Atraksi
Disertasi Joko membedah kesenian lokal di kawasan Goa Kiskenda dari aspek seni pertunjukan, potensi sebagai media edukasi, dan penggerak ekonomi masyarakat.
Pejabat eselon II yang saat ini menjabat kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo ini meyakini pengembangan eduwisata berkolerasi positif untuk mendongkrak animo wisatawan datang ke obyek wisata.
“Ngilmu iku kelakone kanthi laku. Lekase lawan kas. Tegese kas nyantosani. Sedya budya pangekes ing dur angkara,” kata Joko usai mengikuti prosesi wisuda 22 Agustus lalu.
Berdasarkan perspektif Joko, seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan atraksi.
Tetapi juga bisa menjadi media pembelajaran yang menyampaikan simbol, sejarah, norma, dan kearifan lokal.
Riset yang dilakukan selama hampir setahun melahirkan teori yang memposisikan aktivitas budaya sebagai sarana edukasi publik.
“Bagi saya, pengembangan pariwisata berbasis budaya perlu dan harus diintegrasikan dengan aspek-aspek pendidikan,” katanya.
Joko menjabarkan integrasi itu dalam tiga aspek. Pertama, penguatan karakter. Yakni, menginternalisasi nilai sosial, sejarah, dan keagamaan kepada masyarakat, termasuk wisatawan.
Kedua, pengalaman edukatif. Yaitu, menjadikan destinasi wisata sebagai ruang belajar terbuka kontekstual.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi terintegrasi. Yakni, aktivitas budaya yang sarat nilai edukasi yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Jadi Bahan Diskusi yang Menarik
Disertasi Joko tentang seni budaya, pariwisata dan pendidikan memang aktual. Apalagi dikaitkan dengan Pendidikan Khas Kejogjaan yang diluncurkan Gubernur Sultan HB X pada Mei lalu.
“Ada relasinya. Menarik menjadi bahan diskusi,” kata Azam, pemerhati masalah pariwisata.
Setidaknya, ide dan gagasan Joko bisa eksplore lebih jauh untuk dimanfaatkan sebagai pengembangan pariwisata berbasis keilmuan.
Sekadar diketahui, Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) adalah model pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal Yogyakarta.
PKJ diresmikan Gubernur DIY, Sultan HB X di SMAN 6 Yogyakarta pada Mei 2026. Program ini membentuk generasi Jalma Kang Utama. Yakni, manusia unggul yang berbudi pekerti luhur dan matang secara batiniah
PKJ adalah model pendidikan yang diintegrasikan dalam kurikulum seluruh jenjang pendidikan tingkat pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi melalui pelajaran Bahasa Jawa dan Seni Budaya. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Didukung Dana Keistimewaan, OBAJ #4 Dorong Pelajar DIY Mahir Gunakan Bahasa dan Aksara Jawa
- 13 Agustus 2026 21:15 WIB
Peserta yang lolos akan diumumkan di media sosial instagram resmi @_obaj4 tanggal 4 September 2026 pukul 12.00
Gandeng SMA Muhi, Lazismu Kota Yogyakarta Serahkan Beasiswa kepada 26 Pelajar
- 12 September 2026 11:02 WIB
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani berharap penerima beasiswa menjadi orang hebat di masa mendatang.
MPP Kota Yogyakarta Buka Layanan Perpanjangan SIM, Proses Cepat dan Mudah
- 8 Oktober 2026 09:10 WIB
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo mengatakan layanan drive-thru di MPP Kota Yogyakarta untuk memangkas waktu masyarakat mengurus perpanjangan SIM.
RKB Gelar Festival Puisi, Disiapkan Total Hadiah Rp 22 Juta
- 18 Agustus 2026 11:10 WIB
Diharapkan unsur-unsur teaterikal dan stage performance dapat digali lebih jauh para peserta dalam memanggungkan puisi, memperkuat pesan kandungan melalui medium yang lebih luas.
Lazismu DIY Salurkan Bantuan Rp 706 Juta, Masyarakat Makin Percaya Program Beasiswa Sang Surya
- 12 September 2026 10:19 WIB
Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada mengingatkan penerima beasiswa memaknai cita-cita KHA Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah.
Hongqi House Mampang jadi Pintu Rumah Pertama di Indonesia
- 26 September 2026 07:03 WIB
Hongqi memastikan pengalaman Neo-Chinese Luxury tidak hanya hadir melalui E-HS9, tetapi juga melalui cara pelanggan dilayani.
Setahun Tercatat 1.000 Kasus TB di Kota Yogyakarta, Serang Saat Daya Tahan Tubuh Lemah
- 20 Agustus 2026 06:29 WIB
ACF adalah penemuan kasus tuberculosis yang tidak terdeteksi melalui kegiatan pro-aktif mencari orang berisiko, bergejala dan melakukan deteksi dini.
Dosen UGM Kunjungi Rusia, Sebut FPU Buka Opsi Baru Energi Nuklir di Indonesia
- 15 September 2026 19:45 WIB
Akademik Lomonosov memberi pengalaman nyata mengenai pengoperasian FNPP di wilayah terpencil, sementara pengembangan FPU berbasis reaktor RITM menunjukkan arah evolusi teknologi berikutnya.

Saat ini belum ada komentar