Kesehatan

Dosen UGM Bikin Aplikasi Selamatkan Penderita Jantung, Ini Cara Kerjanya

637
×

Dosen UGM Bikin Aplikasi Selamatkan Penderita Jantung, Ini Cara Kerjanya

Sebarkan artikel ini
PENCEGAHAN: Aplikasi ini dilengkapi cara melakukan pijat jantung sebagai panduan bagi yang belum pernah mengikuti pelatihan. (humas ugm)

SLEMAN, ZonaJogja.Com –  Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM meluncurkan aplikasi satu jantung.

Aplikasi untuk membantu penanganan kasus henti jantung.

Ide pembuatan aplikasi Satu Jantung bermula dari peristiwa yang dialami  Dosen FKKMK, dr Nurkholis Majid MKes bersama istrinya, dr Beta Ahlam Gizela DFM Sp FM Subsp FK(K).

Waktu itu, anak mereka mengalami serangan jantung mendadak.

“Petugas yang menangani  mengatakan kalau bukan karena orang tuanya dokter, mungkin putra saya tidak akan selamat,” kenang Nurkholis mengutip kata-kata petugas.

Lalu, muncul gagasan Nurkholis dan Beta Ahlam Gizela menciptakan sarana yang dapat menolong orang banyak saat terjadi serangan jantung.

BERITA LAIN: Ratusan Pemilik Jimny se-Indonesia Bertemu di Bogor, Hadiri Indonesia Jimny Festival

Fitur utama aplikasi SatuJantung adalah alarm bagi pasien serangan jantung dan henti jantung yang dapat dioperasikan hanya dengan satu klik.

Aplikasi ini dilengkapi cara melakukan pijat jantung sebagai panduan bagi yang belum pernah mengikuti pelatihan.

“Saat ini, aplikasi ini sedang aktif dilakukan dan pelatihan pijat jantung bagi masyarakat umum dan mitra Gojek,” terang Nurcholis.

Nurkholis mengungkapkan, sekitar 10 dari 100 pasien henti jantung yang mendapat pertolongan pertama berupa pijat jantung bisa diselamatkan.

Pasien henti jantung yang mendapat pertolongan pertama memiliki kesempatan tertolong tiga kali lebih besar daripada yang tidak mendapat pertolongan.

BERITA LAIN: 200 Orang Keturunan Jawa se-Dunia Kumpul di Jogja, Ada Pimpinan Partai Jawa yang akan Hadir

Sekadar diketahui, penyakit jantung masih menjadi beban biaya terbesar selama tahun 2021.

Data BPJS Kesehatan menyebutkan angka pembiayaan mencapai Rp 7,7 triliun.

Penyebab penyakit jantung sangat beragam. Mulai  faktor risiko diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, dislipidemia atau penyakit gangguan lemak, stres fisik.

Juga  psikis akibat gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, mengonsumsi makanan berlemak berlebih, istirahat tidak teratur, konsumsi minuman beralkohol dan merokok. (*)