Kronika

Sejumlah Guru Besar UGM Temui Syauqi Soeratno, Curhat Soal Kebijakan Kesehatan

333
×

Sejumlah Guru Besar UGM Temui Syauqi Soeratno, Curhat Soal Kebijakan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
DIALOG: Ahmad Syauqi Soeratno (kanan) didampingi Arry Rusdiantara (Staf Ahli DPD) berdialog dengan guru besar dari UGM. (azam/zonajogja.com)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Sejumlah dokter dan profesor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membawa bendera “Suara Bulaksumur” menemui anggota DPD RI dari DIY, Ahmad Syauqi Soeratno di Gedung DPD RI di Jalan Kusumanegara (29/5/2025).

Para guru besar, dokter senior dan akademisi ini menyampaikan kondisi terkini terkait kebijakan kesehatan nasional.

Juru bicara “Suara Bulaksumur” yang juga Dekan FKKMK UGM, Prof Yodi Mahendradhata  mengaku prihatin terhadap keselamatan pasien yang tidak menjadi prioritas pada implementasi Undang Undang Kesehatan.

Forum “Suara Bulaksumur” juga menyatakan prihatin menyikapi perlindungan profesi dokter.

BERITA LAIN: Ulang Tahun ke-30, Telkomsel Resmikan Evolusi Brand SIMPATI

SAMPAIKAN ASPIRASI: Sejumlah dokter dan profesor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membawa bendera “Suara Bulaksumur” menemui anggota DPD RI dari DIY, Ahmad Syauqi Soeratno di Gedung DPD RI di Jalan Kusumanegara.
Para guru besar, dokter senior dan akademisi ini menyampaikan kondisi terkini terkait kebijakan kesehatan nasional. (Sholahuddin Al Ayubi)

Prihatin terhadap distribusi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang tidak merata, penurunan kualitas pendidikan, dan penurunan kualitas pelayanan kesehatan.

“Keprihatinan kami bukan tentang hubungan dokter dan pasien. Atau menyangkut tata kelola kolegium. Ini adalah cerminan berbagai persoalan mendasar terkait implementasi Undang-Undang Kesehatan yang baru,” kata Yodi.

Jika kondisi tidak segera dikoreksi dengan asas prinsip mutu, keadilan, dan keselamatan publik,  Indonesia menghadapi risiko serius.

Yakni,  merosotnya kualitas layanan dan pendidikan kesehatan dan kedokteran nasional di masa mendatang.

BERITA LAIN: KSAD Maruli Simanjuntak Kagum UAD Bikin Rudal, Nyatakan Siap Kerjasama

Yodi mengingatkan, bila pendidikan dokter dan dokter spesialis dilemahkan kebijakan yang tidak memperhatikan kualitas, pihak yang terdampak langsung adalah pasien.

Itulah sebabnya, guru besar, akademisi, dan para dokter menegaskan menjaga keselamatan pasien harus dimulai dari komitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran.

Kepada Syauqi, Yodi mengatakan opini “Suara Bulaksumur” yang disampaikan tanggal 7 Mei, 12 Mei dan 20 Mei  2025 direspon positif Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala, Universitas Airlangga dan Universitas Lambung Mangkurat.

Lantas, apa tanggapan Syauqi Soeratno? Kader Muhammadiyah ini mengatakan, aspirasi yang disampaikan “Suara Bulaksumur” merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan instrumen pendukung.

BERITA LAIN: Gandeng Sayap Garuda Indonesia, Benelli Motor Indonesia Buka Dealer di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Kudus

Kedatangan para guru besar dari UGM membawa gagasan tentang pendidikan kesehatan agar bisa berjalan sesuai  misi kemanusiaan.

“DPD RI terbuka bagi siapa saja untuk mempertemukan semua pihak. Ini dalam rangka supaya persoalan yang berpotensi memunculkan kegaduhan, dapat secepatnya diselesaikan,” kata Syauqi.

Senator muda ini menyatakan aspirasi dari “Suara Bulaksumur”  akan diteruskan kepada pihak terkait.

Harapannya, muncul dukungan positif untuk merespon aspirasi para guru besar.

Syauqi juga menginginkan manajemen kesehatan di Indonesia dapat ditata dengan baik agar peran layanan kesehatan, pendidikan dan profesi bisa berfungsi dengan baik. (*)