Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ratusan anak mengikuti Festival Anak Asuh (FAA) yang digelar di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Lowanu, Mergangsan (18/7/2026).
Festival Anak Asuh diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Lazismu Kota Yogyakarta. Peserta adalah perwakilan 14 kemantren se-Kota Yogyakarta.
Acara yang berlangsung meriah ini dibuka Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori.
Juga hadir Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Yogyakarta, Rowiyah SAg; dan Ketua Lazismu Kota Yogyakarta, Nuryanto Harimurti.
Sekda menyatakan mendukung penyelenggaraan Festival Anak Asuh. Kegiatan ini sejalan dengan program Pemkot Yogyakarta yang ingin membangun karakter anak melalui kegiatan positif.
“Bila anak-anak ditanamkan pendidikan sejak dini, akan menjadi kebiasaan positif secara berkelanjutan hingga dewasa,” kata Budi saat memberi sambutan.
Lindungi Anak Anak dari Dampak Negatif Gadget

Sekda berharap kegiatan yang diinisiasi PDA Aisyiyah bekerjasama dengan Lazismu bisa melindungi anak-anak dari dampak negatif massifnya gadget.
Selama setengah hari, anak-anak mengikuti lomba mewarnai, menggambar kaligrafi, dan cerdas cermat.
Anak-anak yang sekolah dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah dasar juga mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti dakon, engklek dan gobag sodhor.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah mengatakan, penyelenggaraan Festival Anak Asuh untuk memberi ruang bagi anak berkreasi dan meningkatkan potensi diri.
“Sekaligus menjadi ruang bagi anak anak bergembira dan saling mengenal,” kata Rowiyah.
Permainan tradisional harus dimunculkan lagi agar bisa ngerem anak bermain gadget.
Seperti yang disampaikan Sekda, Rowiyah berharap, Festival Anak Asuh dapat menjadi filter anak-anak dari dampak negatif gadget.
Buka Donasi
Tak hanya menggelar lomba, PDA bersama Lazismu juga membagikan bingkisan kepada 210 anak.
Sekretaris Lazismu Kota Yogyakarta, Harjanti Dian Nurani mengatakan, sebanyak 1.000 anak asuh akan menerima “bingkisan kebahagiaan dari Lazismu.
“Realisasinya sampai hari ini sudah dibagikan sekitar 200 anak,” katanya.
Harjanti berharap program anak asuh mengetuk hati masyarakat menjadi donatur kegiatan melalui Lazismu.
“Kami menghimpun dana, lalu mentasarufkan kepada anak-anak yang membutuhkan,” imbuhnya. (*)











