oleh

Garebeg Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Bikin 3 Ribu Rengginang

YOGYAKARTA – Pandemi virus coronas masih berlangsung, Keraton Yogyakarta  meniadakan Garebeg Syawal. Pada tahun ini, tidak ada arak-arakan prajurit yang membawa gunungan.

Garabeg  diganti pembagian pareden gunungan berupa rengginang. Panganan berwarna warni ini diberikan kepada abdi dalem Keraton Yogyakarta, Puro Pakualaman, dan abdi dalem di Kepatihan.

Pada tahun ini, pembagian pareden gunungan dilaksanakan tiga hari setelah Idul Adha. Keraton Yogyakarta mengikuti prosedur penerapan PPKM untuk mengurangi kerumunan dan mobilitas.

Prosesi pembagian rengginang bagi abdi dalem di Kepatihan dilaksanakan di Pendapa Wiyata Praja,  23 Juli lalu.  Kraton Yogyakarta membuat 3 ribu rengginang.

BACA JUGA: Pemda DIY Bentuk Satgas Khusus, Tekan Kematian Pasien COVID-19 saat Isoman

Kepatihan menerima dua bokor  rengginang. Rengginang diterima Sekda DIY, Kadarmanta Basakara Aji.

Sementara abdi dalem yang bertugas membawa gunungan adalah KRT Wiraguna dan KRT Widya Bayukusumo.

Aji berharap pareden membawa berkah bagi keluarga besar Pemda DIY dan  Kepatihan.

“Pudya pudyastuti marang Gusti ingkang Maha Kuwaos awit paring Dalem, salam taklim,” kata Sekda.

Pareden selanjutnya  dibagikan kepada perwakilan oganisasi perangkat daerah dan tamu undangan.

BACA JUGA: Kasus Positif di DIY Naik Lagi, Kematian Pasien Turun

Terdapat perbedaan pada pelaksanaan pembagian Ubarampe Gunungan kali ini. Sebelumnya,

Penghageng Kawedanan Panitrapura Keraton Yogyakara, GKR Condrokirono mengatakan prosesi pembagian ubo rampe tahun ini dilaksanakan sangat hati-hati.

Dilakukan secara bertahap  untuk mengurangi kerumunan. Condrokirono mengungkapkan, esensi Garebeg  sebagai ungkapan syukur, sekaligus sedekah raja kepada rakyat.

“Prosesi ini  merupakan konsistensi Keraton Yogyakarta menjaga tradisi leluhur,” ujarnya. (aza/asa)