oleh

10 Tahun Terakhir, 83 Persen Bencana Alam di Indonesia Akibat Cuaca Ekstrim

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Perubahan iklim  berdampak signifikan terhadap kehidupan manusia dan bumi. Sayangnya, tidak ada vaksin untuk mengatasi perubahan iklim.

Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMN) mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang  beruntung  memiliki wilayah hutan tropis yang  luas. Tetapi sangat disayangkan, hutan terdegradasi akibat pembalakan liar dan perambahan hutan.

Juga pengurangan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan, dan penggunaan lahan yang dilakukan dengan masif dan tidak didasarkan pada prinsip keberlanjutan.

“Hutan menjadi rusak. Tidak lagi bisa menyerap karbon dengan baik,” kata Ketua AMN, Altingia Arie kepada pers, hari ini (28/11/2021).

Hutan yang terus menyusut, ditambah produksi emisi yang semakin banyak  membuat atmosfer bumi panas. Lalu, mempercepat terjadinya perubahan iklim.

Ketika hutan dibakar, ditebang atau dirusak, karbon yang disimpan hutan  terlepas kembali ke atmosfer. Dan, berakibat terjadinya perubahan iklim.

BACA JUGA: Kawula Mataram Yogyakarta: Bismillah, Anies Baswedan Menang Pilpres 2024

Altingia mengatakan, selama dekade terakhir, 83 persen dari semua bencana alam akibat cuaca ekstrim. Misalnya badai, banjir dan gelombang panas.

Pohon memiliki  fungsi penting meredam kenaikan gas rumah kaca. Rumah kaca adalah penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.

Fungsi pohon dijalankan dengan sangat masif oleh hutan. Keberadaan pohon penting bagi kesehatan, sekaligus sumber kehidupan.

“Semakin banyak pohon, semakin banyak karbon dioksida yang diserap dari atmosfer. Lalu, disimpan untuk proses rantai oksigen yang diperlukan manusia,” terang Altingia.

Altingia mengingatkan, perubahan iklim memiliki dampak serius bagi kehidupan semua makhluk. Peran manusia sangat besar dalam memperburuk atau memperbaiki kondisi.

“Paling tidak melambankan perubahan iklim di masa mendatang,” lanjutnya.

BACA JUGA: Chanel Youtube SA14, Gudangnya Informasi tentang Muhammadiyah dan Isu Terkini

Aliansi Mahasiswa Nusantara pun mengajak masyarakat  menyelamatkan bumi. Salah  satu tindakan kongkret yang bisa dilakukan dengan menanam pohon.

Pukul 14.00 hari ini, AMN akan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.  Serangaian acara digelar di Tugu Yogyakarta.

Mulai teatrikal , body painting terkait climate change dan pembagian bibit pohon kepada pengendara dan pejalan kaki.

Disiapkan 300 bibit. Terdiri 200 bibit rambutan dan 100 bibit kaliandra. Bibit disumbang Wanagama, hutan pendidikan yang dikelola Fakultas Kehutanan UGM.

Acara siang nanti merupakan kerjasama AMN dengan Batalyon A Pelopor Gondowulung.

“Pengendalian perubahan iklim menjadi tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan secara masif. Salam lestari,” kata Altingia.

(*/asa)