Tutup
Hiburan

Suratman, Profesor UGM yang Getol Main Badminton

153
×

Suratman, Profesor UGM yang Getol Main Badminton

Sebarkan artikel ini
BADMINTON MANIA: Profesor Suratman (kaos hijau) bersama anggota Tamplekan Minggu Pagi. Juga ada Mamo (kaos putih), yang pernah melawan Rudi Hartono.(ninik/zonajogja.com)

SLEMAN, ZonaJogja.Com – Kelompok satu ini tetap eksis di sela-sela kesibukan orang  modern. Eksistensinya membuat anggotanya hidup sehat.

Sejak didirikan sekitar 5 tahun lalu, kelompok ini tak memiliki nama resmi. Hanya biasa disebut Tamplekan Minggu Pagi.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Kelompok yang berisikan pecinta olahraga bulutangkis ini diinisiasi Profesor Suratman, Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Profesor kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini dikenal sebagai olahragawan. Sejak muda sampai sekarang tetap menyukai badminton.

Ia sibuk menginisiasi kegiatan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, ketika ada waktu longgar, ia menyempatkan diri bermain bulutangkis.

“Tidak ada kata lain. Kalau mau hidup sehat, olahraga dan olahraga,” kata Profesor Suratman yang usianya sudah tak muda lagi.

Lokasi bermain bulutangkis yang dipilih adalah Depok Sport Centre di seturan, Kabupaten Sleman. Jadwal bermain setiap Minggu pukul 06.00 – 08.00.

Anggota Tamplekan Minggu Pagi dari berbagai kalangan. Mulai dosen, peneliti, mantan birokrat, dan pengusaha. Mereka kebanyakan bergelar doktor dari berbagai disiplin ilmu.

Bahkan, mantan kepala BBPTKG Yogyakarta, Ir Subandrio  tercatat menjadi anggota yang aktif datang setiap pertemuan. Subandrio dikenal sebagai pemerhati sekaligus pengamat Gunung Merapi yang andal.

Namanya populer saat terjadi erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Juga ada Mamo. Pria yang tak lagi muda ini adalah badminton maniak yang telah puluhan tahun bekerja di Bontang, Kalimantan Timur.

Namun, ketika datang ke Yogyakarta, ia menyempatkan diri hadir. Mamo adalah pemain bulutangkis yang pernah bertanding melawan Rudi Hartono di Surabaya, Jawa Timur.

“Saya melawan Rudi Hartono pada tahun 1966 ketika berusia 17 tahun,” kenang Mamo.

Juga ada nama Bambang dan Budi, mantan birokrat di lingkungan Pemda DIY. Bila semua datang, permainan menjadi gayeng.

Namun, tatkala terjadi pandemi C19 pada tahun 2020 hingga Januari 2022, kegiatan Tamplekan Minggu Pagi diberhentikan. Ini semata-mata menjaga agar anggota tetap sehat.

Kini, Tamplekan Minggu Pagi kembali eksis setelah libur panjang. Profesor Suratman pun mengajak para penyuka olahraga  badminton bisa bergabung.

“Mari bersilaturahmi agar hidup sehat,” ajaknya.

(aza/asa)