Tutup
Nasional

Ini Enaknya Kuliah di UMUKA, Biaya Murah, Bisa Diangsur Lagi

63
×

Ini Enaknya Kuliah di UMUKA, Biaya Murah, Bisa Diangsur Lagi

Sebarkan artikel ini
CURI PERHATIAN: Acara penyerahan SK Mendikbud dan peresmian UMUKA. (beni/zonajogja.com)

KARANGANYAR, ZonaJogja.Com – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) berkomitmen meringankan biaya kuliah bagi warga miskin yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Komiten berupa  program kuliah murah. Bisa diangsur hingga lulus.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Kehadiran UMUKA ingin membantu masyarakat miskin yang ingin kuliah dengan biaya murah,” kata Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UMUKA, Sarilan M Ali MPd kepada ZonaJogja.Com.

UMUKA hanya menetapkan sumbangan pengembangan institusi (uang gedung, red)  Rp 2,5 juta. Ini bisa  diangsur selama 3 kali.

Sementara SPP dapat diangsur setiap bulan. Kata Sarilan, saat daftar ulang, mahasiswa program S1 hanya membayar Rp 450 ribu x 2 bulan. Sedangkan  program D3 Rp 400 ribu x 2 bulan.

“Muhammadiyah makin mewujudkan impian pendidikan berkualitas dan terjangkau, Sehingga ikut membantu menciptakan generasi unggul,” ujarnya.

Terobosan UMUKA menjawab  warga miskin yang  apatis dan skeptis terhadap  perguruan tinggi karena biaya kuliah mahal.

UMUKA: Jadi pilihan lulusan SMA/SMK di Jawa Tengah dan Jawa Timur. (beni/zonajogja.com)

BACA JUGA:

UMUKA Bantu Pendirian Universitas Muhammadiyah di Pangandaran


Sebagai kampus baru yang baru saja diresmikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, UMUKA memiliki kemampuan profesional.

Sarana dan prasarana perkuliahan bagi mahasiswa bisa dibanggakan. Komposisi dosen dan tenaga kependidikan sangat proporsional.

UMUKA  terdiri 10 program studi. Program S1 meliputi Teknik Komputer, Akutansi, Fisioterapi, Informatika, Ilmu Komunikasi, dan Bisnis Digital.

Sedangkan Program Diploma 3 meliputi Produksi Ternak, Perhotelan, Bina Wisata, dan Sekretaris Digital.

“Alhamdullilah jumlah pendaftar terus bertambah hingga 700 orang. Bahkan pendaftar dari Jawa Timur cukup banyak. Antara lain dari Ngawi, Magetan dan Kediri,” jelas Sarilan.

(aza/asa)