Tutup
Hiburan

Gedung Agung jadi Ajang Fashion Show, Dua Pemodelnya Penyandang Tunagrahita

49
×

Gedung Agung jadi Ajang Fashion Show, Dua Pemodelnya Penyandang Tunagrahita

Sebarkan artikel ini
TALENTA: Didampingi pemodel profesional, Wiwin sedang memperlihatkan busana ecoprint. (ninik/zonajogja.com)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Kompleks Gedung Agung, Istana Kepresidenan di Yogyakarta akhir pekan kemarin (27/8/2022) tampak meriah.

Puluhan pelajar dan para pegiat UMKM berkumpul di halaman sayap selatan. Para pelajar berseragam putih abu-abu mengikuti Lomba Fotografi Pesona Ecoprint se-DIY.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Sedangkan para pegiat UMKM melihat lebih dekat hasil karya anggota Asosiasi Eco-printer Indonesia (AEPI) DIY.

Organisasi UMKM yang diundang antara lain Bizniz Corner Yogyakarta, Kelas Juragan, Gemawira, Dekranasda DIY, IPAS DIY,  Jaringan Saudagar Muhammadiyah dan  Perwira DIY.

BACA JUGA: Mahasiswa UGM Bikin Genteng Surya, Dilengkapi Sensor, Bagaimana Cara Kerjanya?

Lomba memperingati HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia ini diselenggarakan Istana Kepresidenan Yogyakarta.

“Semoga event ini bisa memberi manfaat masyarakat untuk mencintai produk UMKM,” kata Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana saat memberi sambutan di podium.

Lomba fotografi diikuti 20 peserta. Mereka adalah pelajar dari sekolah di Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Obyek yang difoto adalah para pemodel yang mengenakan busana berbahan ecoprint.

BACA JUGA: Dua Pelajar Muhammadiyah Terima Beasiswa dari Baznas

ACTION….. : Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana sedang mengabadikan pelajar sekolah luar biasa yang jadi pemodel. (ninik/zonajogja.com)

Panitia tak hanya mengundang pemodel profesional. Dua pelajar sekolah luar biasa di Kemantren Dlingo, Bantul juga dihadirkan sebagai model produk ecoprint.

Dua pelajar ini adalah penyandang tuna grahita. Bahkan, juga ada pemodel yang telah berusia 86 tahun. Tapi masih enerjik bergaya di depan penonton.

Setiap peserta wajib memposting hasil jepretan di instagram. Selanjutnya, karya peserta akan dinilai tim juri tanggal 29 Agustus besok. (*)