YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Edisi ke-28 Pameran Tunggal Satu Karya, studio podcast Kutunggu di Pojok Ngasem mempresentasikan karya pebatik Guntur Susilo.
Lukis batik diberi label “Back to Hajuningrat” dan “Bike to Hajuningrat”. Medium menggunakan kain berukuran 250 cm x 115 cm.
Lukisan batik “HajuningRat series” dipresentasikan di Studio Kutunggu di Pojok Ngasem Universitas Widya Mataram hingga 13 Oktober 2022.
Tapi, kunjungan langsung terbatas. Harus mematuhi protokol kesehatan, serta melakukan reservasi untuk memastikan sesi waktu kunjungan yang tersedia.
Wakil Rektor 3 UWM sekaligus penanggung jawab Program Kutunggu di Pojok Ngasem UWM, Puji Qomariyah mengatakan, Guntur Susilo adalah seniman batik dari Gunungkidul.
BACA JUGA: Tak Kerja Keras, Sebutan Kota Pelajar Bisa Digunakan Daerah Lain
Dalam sepuluh tahun terakhir aktif memberi edukasi tentang batik kepada masyarakat mulai dari nol.
“Sepak terjang Guntur mengenalkan batik di Gunungkidul adalah upaya nyata pengembangan budaya,” kata Puji.
Guntur bersama Dwi Lestari, isterinya, mengajari proses membatik dari awal hingga membuat motif baru di desa binaan.
Ia membuatkan motif yang menjadi penanda desa berdasarkan sejarah, cerita yang berkembang, atau penanda lain yang bisa menjadi motif batik khas desa.
Antara lain motif batik Bedoyo, Babad Alas Nongko Doyong, Cangkring, Hargosari, Jeruk Wudel, Kedung Keris, Krambil Sawit, Selogupito Megarkeri, dan motif batik Sinuwun.
“Semangat ini yang kami tangkap dengan memberikan ruang presentasi bagi seniman yang bergiat mengembangkan batik,” ujar Puji. (*)











