SLEMAN, ZonaJogja.Com – Mahasiswa UGM membuat aplikasi layanan ramah disabiltas yang diberi nama Accessive.id.
Aplikasi ini untuk memfasilitasi mobilitas disabilitas, sehingga bisa merencanakan tempat yang dikunjungi dengan lebih mudah.
Misalnya disabilitas fisik, lansia, orang sakit maupun khalayak lain. Aplikasi ini juga membantu ibu hamil, lansia, maupun orang sakit.
Pengembang aplikasi Accessive.id, Muhammad Faqih Husaen mengatakan pengembangan aplikasi berawal dari dirinya dan almarhum kakaknya yang merupakan disabilitas daksa.
Keduanya menderita duchenne muscular dystrophy (DMD). Penyakit ini adalah penurunan fungsi otot, sehingga mengalami kelumpuhan kaki.
Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA UGM angkatan 2019 ini mengembangkan aplikasi Accessive.id sejak tahun 2020.
BACA JUGA: Warga Miskin di DIY Perlu Diberi Kesempatan Bangun Desa
Memperoleh pendanaan dari program 1.000 Satrtup Digital Kemenkominfo. Faqih merancang aplikasi bersama Bima Indra Permana (Magister Manajemen UGM) dan Gaksa Gantara (alumnus SV UGM).
“Aplikasi masih berada dalam tahapan beta testing. Namun, masyarakat sudah bisa mengakses aplikasi ini melalui playstore secara gratis,” kata Faqih di Ruang Fortagama (31/1/2023).
Accessive.id memiliki empat fitur utama. Yakni pencarian tempat, detail aksesibilitas tempat, ulasan, serta open collaborative platform.
Melalui fitur pencarian tempat, pengguna dapat menelusuri tempat melalui maps maupun list.
Dengan fitur detail aksesibilitas, pengguna bisa melihat informasi fasilitas ram, deskripsi audio dan fasilitas lain untuk semua disabilitas, lansia, serta kelemahan fisik lain.
BACA JUGA: ICMI Sleman Siapkan Channel KITAAB, Berisikan Konten Informatif dan Transformatif

Fitur ulasan menyediakan tempat bagi pengguna untuk bercerita dan berbagi pengalaman mengunjungi lokasi.
Sedangkan fitur open collaborative platform memberi kesempatan bagi pengguna menambahkan berbagai informasi layanan disabilitas.
“Data yang berhasil dikumpulkan, terdapat 80 informasi tempat di DIY. Antara lain kampus, tempat makan, hotel, stasiun, tempat ibdah dan lainnya. Kami akan terus menambah informasi tempat lain,” kata Bima.
Sekadar diketahui, aplikasi ini mewakili Indonesia berkompetisi di ajang International Intellectual Property (IPITEX) di Bangkok, Thailand tanggal 1-7 Februari 2023.
IPITEX merupakan pameran invensi sekaligus kompetisi yang mempertemukan para inventor dan peneliti dari berbagai negara. (*)











