Headline

Soal Kemiskinan dan Sampah di DIY, Ini Statemen Sultan Terbaru

493
×

Soal Kemiskinan dan Sampah di DIY, Ini Statemen Sultan Terbaru

Sebarkan artikel ini
MANDIRI: Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di Kelurahan Guwosari. (ist)

ZonaJogja.Com –  Gubernur DIY, Sultan HB X mengungkapkan  angka kemiskinan pada Maret 2023 sebesar 11,4 persen.

Turun 0,45 persen dibandingkan September 2022.

Sementara ketimpangan  pada Maret 2023 sebesar 0,449 poin, turun 0,01 poin dibandingkan September 2022.

Gubernur mengatakan, penurunan ketimpangan  melalui pengembangan kewirausahaan UMKM, budidaya ternak, pasar murah produk perikanan, dan penyediaan sarana prasarana  bagi pelaku usaha.

BERITA LAIN: Cegah Antraks dan Lato-Lato, Mahasiswa UMBY Lakukan Ini

Termasuk melakukan proyek  infrastruktur  di wilayah tertinggal.

Soal penanganan sampah, Gubernur mengungkapkan pengelolaan  mengikuti ketentuan perundangan.

Yakni,  melalui pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan dimulai dari penghasil sampah produsen, masyarakat dan lain-lain hingga mencapai target 30 persen.

Sedangkan penanganan dimulai pemilahan sampai pemrosesan akhir.

“Dimulai tahun 2023, telah dilakukan penyiapan dan pengolahan sampah menggunakan teknologi atau metode lain,” terang Sultan pada sidang paripurna DPRD DIY (23/8/2023).

BERITA LAIN: Sikapi Polemik Sampah, Warga Argomulyo Bikin Baju dari Koran

Agenda sidang adalah jawaban atas pemandangan umum fraksi terhadap penjelasan gubernur tentang Nota Keuangan Raperda APBD DIY 2023.

Gubernur mengatakan, perubahan pengelohan sampah dari sistem kumpul, angkut, buang, menjadi pengurangan dan pengumpulan mulai  sumbernya di tingkat kabupaten dan kota.

Juga dilakukan desentralisasi pengelolaan sampah di kabupaten dan kota. Misalnya pengelolaan sampah di TPS 3R  setiap kelurahan.

Harapannya, pengelolaan sampah melalui penggunaan teknologi atau metode lain dapat menjangkau seluruh timbunan sampah pada tahun 2026. (*)