Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Kota Yogyakarta bakal menjadi tuan rumah Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2025.
Rakernas yang dilaksanakan 5 hingga 9 Agustus 2025 akan membahas sejumlah agenda strategis.
Yakni, pengesahan Anggota Tetap Evaluasi, penunjukan Tuan Rumah Rakernas JKPI 2027, serta laporan kinerja dan keuangan tahunan.
Juga membahas isu-isu strategis, seperti usulan warisan budaya nasional menjadi bagian dari World Heritage UNESCO.
Penguatan dukungan pemerintah pusat untuk pelindungan budaya, integrasi pelestarian budaya dalam tata ruang dan pembangunan kota, pemberdayaan komunitas lokal dan generasi muda.
Peningkatan kapasitas dan regulasi kelembagaan JKPI, perumusan rencana aksi tahunan, penyusunan rencana kerja, dan rekomendasi yang menjadi arah strategis JKPI pada satu tahun ke depan.
BERITA LAIN: Satukan Berbagai Komunitas, EIGER Bentuk EIGERIAN di Kota dan Kabupaten se-Indonesia
Rakernas diikuti sekitar 75 kota/kabupaten anggota JKPI. Diperkirakan dihadiri sekitar 4.500 peserta.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan November 2024 menetapkan tema besar Rakernas XI adalah “Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan.”
“Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung untuk menyukseskan pelaksanaan Rakernas JKPI 2025,” kata Walikota Hasto Wardoyo pada acara jumpa pers di Balaikota Timoho, hari ini (28/7/2025).
Persiapan meliputi akomodasi, transportasi, venue rakernas di Hotel Tentrem. Juga menyiapkan lokasi kegiatan di Taman Budaya Embung Giwangan, Taman Pintar, Malioboro, dan berbagai titik Kawasan cagar budaya Kraton, Pakualaman, Kotagede dan Kotabaru.
Dampak dan Manfaat bagi Kota Yogyakarta
Rakernas XI tidak hanya menjadi pertemuan strategis kepala daerah, tetapi juga dirancang sebagai ruang perayaan budaya antar kota pusaka.
Misalnya Festival Sastra Yogyakarta (FSY) yang digelar 30 Juli hingga 4 Agustus 2025.
Agendanya pasar buku, diskusi sastra, panggung pembacaan karya, hingga program interaktif bersama komunitas dan penulis dari berbagai daerah.
Dilanjutkan, makan malam penyambutan kepala daerah anggota JKPI yang dihadiri Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X.
Juga ada acara Pasar Malam Indonesia (PMI) yang menghadirkan keunggulan daerah, keragaman kuliner, pertunjukan seni, dan kreativitas dari berbagai daerah.
Indonesian Street Performance Karnaval, Fun Bike dan City Tour, Ladies Program, dan Masterclass Program.
BERITA LAIN: Ratusan Anak Muda Hadiri Peresmian Eigerian Yogyakarta, Kegiatannya Positif, Menginspirasi
Hasto Wardoyo mengatakan, Rakernas JKPI akan memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal, melalui berbagai pertunjukan seni, diskusi budaya, dan partisipasi publik.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah akan meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya yang hidup dan berkelanjutan. Rakernas juga menjadi penggerak ekonomi lokal. (*)











