Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ketua DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur mengatakan, industri mebel dan kerajinan Indonesia tidak bisa bersaing langsung dengan negara-negara besar, misalnya China dan Vietnam, dalam skala produksi dan harga.
“Persaingan global saat ini semakin ketat,” kata Sobur saat membuka Workshop HIMKI Series 2 Tahun 2026 di Burza Hotel Yogyakarta, hari ini (15/7/2026).
Sobur mengungkapkan, China telah melangkah jauh dengan kekuatan industri manufaktur berskala besar dan efisiensi tinggi.
Pembangunan infrastruktur yang masif semakin mempercepat distribusi produk ke berbagai negara.
Sedangkan Vietnam menunjukkan pertumbuhan pesat dengan capaian ekspor mendekati USD 20 miliar.
“Kalau mau bertempur langsung dalam skala dan harga, sangat sulit,” ujar Sobur.
Penyebabnya, mereka sudah jauh di depan. Kata Sobur, nilai ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia saat ini berada di kisaran USD 3,5 miliar.
HIMKI Rancang Ekspansi Pameran Baru
Angka tersebut mengalami tekanan akibat berbagai faktor global, termasuk hambatan tarif di pasar ekspor utama, seperti Amerika Serikat dan Eropa. Sobur melihat potensi daerah, khususnya DIY, sangat menjanjikan.
Data mengungkapkan, nilai ekspor sektor mebel dan kerajinan dari DIY berkisar USD 80 juta hingga USD 120 juta dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja mencapai 50 ribu hingga 60 ribu orang.
“Tapi, sebagus apa pun produk, kalau tidak dipamerkan, tidak akan dikenal. Pameran adalah pintu pertama untuk mendapatkan buyer,” katanya.
Masalahnya, Sobur menganggap pemasaran melalui pameran tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan pasar global yang dinamis.
Itulah sebabnya, HIMKI sedang menggagas pembentukan hub pemasaran internasional di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Timur Tengah.
Hub diharapkan menjadi perpanjangan tangan HIMKI dalam mempertemukan pelaku industri dengan buyer global secara berkelanjutan.
HIMKI juga merancang ekspansi pameran baru, termasuk peluang penyelenggaraan pameran internasional di Bali yang direncanakan tahun 2027. (*)











