Kampus

SMKN 1 Depok Gelar Workshop Jurnalistik, Melengkapi Kemahiran Siswa

174
×

SMKN 1 Depok Gelar Workshop Jurnalistik, Melengkapi Kemahiran Siswa

Sebarkan artikel ini
WORKSHOP JURNALISTIK: Kegiatan ini merupakan bagian program Pendidikan Berbasis Budaya. Harapannya, siswa yang memiliki minat terhadap jurnalistik semakin mahir menulis. (istimewa)

Sleman, ZonaJogja.Com – Puluhan siswa SMK Negeri 1 Depok Sleman mengikuti Workshop Jurnalistik.

Acara yang dilaksanakan hari ini (16/9/2025), diikuti 31 pelajar dari berbagai jurusan kelas 10 dan 11.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Sri Sundari SPd mengatakan, workshop jurnalistik merupakan bagian kegiatan Pendidikan Berbasis Budaya.

“Kami ingin melalui workshop hari ini, siswa yang memiliki minat terhadap jurnalistik semakin mahir menulis,” kata Sundari saat membuka workshop.

Kata Sundari, workshop kali kedua ini melengkapi kemahiran siswa peminat jurnalistik yang mengenyam pendidikan di 6 konsentrasi keahlian.

BERITA LAIN: P2K UAD 2025 Dibuka, Puluhan Mahasiswa Baru dari 9 Negara jadi “Dahlan Muda”

PRAKTIK: Dua peserta workshop memperagakan seorang jurnalis yang sedang mewawancarai narasumber. (istimewa)

Meliputi Bisnis Digital, Bisnis Retail, Manajemen Perkantoran, Akuntansi, Perhotelan, serta Desain dan Produksi Busana.

Penyelenggaraan enam konsentrasi keahlian itu merupakan penerapan Kurikulum Merdeka.

“Kami bersyukur, SMKN 1 Depok telah menjadi SMK Pusat Keunggulan di DIY,” kata Sundari didampingi  Budi Antono.

Workshop menghadirkan narasumber Azam Sauki Adham (Pemimpin Redaksi ZonaJogja.Com).

Di depan peserta, Azam menjelaskan pengertian jurnalistik. Secara harfiyah, jurnalistik berarti kewartawanan.

BERITA LAIN: Tingkat Hunian Hotel di DIY Belum Baik-Baik Saja, Ketua PHRI DIY Minta Pemda Rajin Bikin Event

Secara konseptual, jurnalistik  dipahami sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sedangkan secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi yang diberitakan melalui media massa.

“Informasi yang disampaikan harus aktual, faktual, penting, dan menarik bagi pembaca. Syukur bisa memberi inspirasi positif,” kata Azam.

Jurnalis dalam melakukan liputan harus menguasai materi. Minimal bisa menerapkan kaidah 5W+1H.

BERITA LAIN: Bank BPD DIY Syariah dan LazisMu DIY Teken Kerjasama, Bikin Gerakan Peduli Guru

Yakni, what (apa yang terjadi), who (siapa), where (kejadian di mana), when (kapan terjadi), why (mengapa), dan how (bagaimana proses kejadian).

“Agar berita tidak kaku dan menarik dibaca, perlu meracik tulisan dengan kata-kata renyah,” ujarnya.

Pada workshop yang dilaksanakan pukul 08.00 hingga 14.00,  peserta diajak melakukan liputan langsung di sekitar sekolah.

Selanjutnya, tulisan peserta workshop jurnalistik akan diterbitkan dalam  majalah sekolah. (*)