Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Madrasah Muallimmat Muhammadiyah Yogyakarta sedang berduka.
Sekolah yang berada di kampung Notoprajan, Kemantren Ngampilan ini baru saja kehilangan anak didik bernama Juhaida Karimah, kelas IV D.
Pelajar yang akrab disapa Juju ini menghembuskan nafas terakhir, Selasa (17/6/2025) pagi, saat mengikuti serangkaian kegiatan di sekolah.
Saat itu, Juju sedang duduk di kursi. Ia sedang bertugas menjadi timer lomba.
BERITA LAIN: Warga Sulit Masuk Lewat Jalur Radius, Disdikpora Kota Yogyakarta Buka Tahap Khusus di Umbulharjo
Tiba-tiba jatuh. Spontan, teman-teman yang melihat, langsung memberi pertolongan pertama kepada Juju dalam kondisi pingsan.
Tak lama kemudian, Juju langsung dilarikan di rumah sakit terdekat. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Kullu nafsin dzaiqotul maut. Setiap berjiwa pasti menemui maut.
Juju menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit. Meninggal dunia sekitar pukul 09.00. Informasinya, serangan jantung menjadi penyebab meninggalnya Juju.
Teman-temannya menangis. Puluhan guru berduka. Madrasah Muallimmat Muhammadiyah berduka.
BERITA LAIN: Kuota SMP Negeri Jalur Afirmasi Disabilitas 172 Kursi, Tak Lolos Seleksi Bisa Daftar Swasta, Disediakan JPD Inklusi
Pelajar asli Wonosobo, Jawa Tengah ini tercatat menjadi siswa Madrasah Muallimmat Muhammadiyah sejak tahun 2021.
Gadis yang memiliki postur tinggi dan besar ini dikenal sebagai sosok yang selalu ceria. Dia seorang organisatoris. Aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
Kepintaran dan kesukaan berorganisasi membuatnya dipercaya menjadi ketua kelas IV D. Ia menjadi “ibu” bagi puluhan pelajar di kelasnya.
Keluarga besar Madrasah Muallimmat Muhammadiyah tak menyangka Juju akan pergi selama-lamanya.
BERITA LAIN: UAD Siap Terbitkan Buku Baru, Isinya tentang Etika Konsumen Kecerdasan Buatan
Sehari sebelumnya, Juju masih mengikuti lomba voley. Grupnya tampil sebagai pemenang.
Pada Selasa pagi, Juju juga masih setor hafalan hadist kepada Ustadz Junaidi, gurunya.
Setelah itu melanjutkan tugas sebagai panitia lomba. Tapi, siapa menduga bila Selasa pagi menjadi waktu terakhir bagi Juju.
Kepergian Juju menyusul ayah dan ibunya yang meninggal beberapa tahun lalu.
Setelah dimandikan di rumah sakit, jenazah Juju dibawa ke Masjid Taqwa Suronatan. Lokasi masjid berjarak sekitar 20 meter dari Madrasah Muallimat Muhammadiyah.
BERITA LAIN: Kim’s Bar & Kitchen Hadir di Yogyakarta, Tak Hanya Makanan yang Enak, Tempatnya Nyaman untuk Ngobrol
Tak lama kemudian, ratusan pelajar berondong bondong menuju masjid. Mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai ungkapan duka mendalam.
Usai dishalatkan, jenazah Juju dibawa ke Pedukuhan Gajian RT 030 RW 010 Wonosobo, Jawa Tengah, tempat kelahiran. Juju dimakamkan tak jauh dari makam ayah dan ibunya.
Hari ini, kegiatan belajar di Madrasah Muallimat Muhammadiyah diliburkan sebagai ungkapan duka mendalam atas kepergian Juhaida Karimah. (*)











