Sport

Cerita tentang Medan “Kejam” di Bukit Hijau

1
×

Cerita tentang Medan “Kejam” di Bukit Hijau

Sebarkan artikel ini
MEDAN KEJAM: Seorang pembalap sedang menuruni track di Bukit Hijau. (azam/zonajogja.com)

Bantul, ZonaJogja.Com –  Tiak mudah  menaklukkan Bukit Hijau Bike Park. Begitulah kesan yang dilontarkan para pembalap yang berlaga di 76 Indonesian Downhill 2026.

Pembalap menghadapi banyak tantangan.  Mulai  drop hingga rock garden yang memiliki karakter keras dan licin.

Ya, venue track dengan label C1 sertifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) ini dirancang dengan tingkat kesulitan yang melebihi edisi tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, Agnes Wuisan dari 76Rider mengatakan, inovasi dari sisi karakter lintasan direspon sangat baik  peserta.

Peserta mengakui, medan cukup ‘”ganas”.  Medan ini telah membawa korban. Antara lain mengalami crash atau kendala teknis.

“Namun semua risiko masih dalam batas yang bisa ditoleransi. Justru kami melihat mereka mampu menunjukkan performa yang luar biasa di track yang semakin ekstrem dan menantang ini,” kata Agnes.

Representasi Tantangan Disiplin Downhill

START: Dari tempat ini, para pembalap sepeda downhill harus menghadapi lintasan yang ganas. (azam/zonajogja.com)

Perihal teknikal track pada putaran perdana, Andy, peraih medali perak SEA Games 2021 Vietnam ini menyebut Bukit Hijau Bike Park mampu merepresentasikan tantangan disiplin downhill sesungguhnya.

“Kualitas trek seperti ini sangat penting sebagai sarana bagi para pembalap lokal untuk beradaptasi sebelum terjun ke kompetisi level asia maupun dunia,” kata Andy.

Kata Agnes, performa impresif dengan average speed yang dicatatkan para downhiller di level elite cukup mengejutkan.

Lintasan putaran pertama ini yang terbilang baru dengan berbagai karakter dan obstacle yang menantang.

Tapi, para peserta justru tampil lebih berani dan lebih mengambil risiko. Termasuk para pembalap di kelas Men Junior yang mampu menorehkan waktu melebihi atlet Men Elite.

“Apresiasi kami kepada semua rider yang telah berjuang keras di putaran perdana. Selamat kepada para juara di setiap kelas. Semoga bisa terus meningkatkan performa, dan semakin impresif di seri-seri berikutnya,” kata Agnes. (*)