Bisnis

Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif, Industri Perbankan dalam Kondisi Stabil

349
×

Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif, Industri Perbankan dalam Kondisi Stabil

Sebarkan artikel ini
PURBAYA YUDHI SADEWA: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (humas lps)

JAKARTA, ZonaJogja.Com –  Ekonomi Indonesia tumbuh positif di tengah penurunan kinerja ekonomi yang dialami banyak negara.

Pada kuartal III 2022 misalnya, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,72 persen secara tahunan.

Lembaga-lembaga internasional memprediksi ekonomi Indonesia dapat tumbuh hingga 5,1 – 5,3 persen pada tahun depan.

Perwakilan International Monetary Fund (IMF) untuk Indonesia memprediksi  Indonesia akan memenuhi target penurunan inflasi pada angka 3 persen di tengah ancaman resesi dan perlambatan ekonomi global pada tahun 2023.

BACA JUGA: Jason Ranti, The SIGIT & Sisitipsi Tampil di Supersoccer ‘Soccerphoria’ Yogyakarta, Kolaborasi Musik, Soccer, dan Art

“Resiliensi ekonomi Indonesia ditopang konsumsi domestik,” kata Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa pada acara Leadership Forum Perbanas Institute di Jakarta (1/12/2022).

Konsumsi domestik yang besar telah meredam dampak guncangan ekonomi global terhadap perekonomian nasional.

Konsumsi domestik sendiri berkontribusi sebesar 50,38 persen dari total PDB Indonesia.

Sementara Indeks Penjualan Ritel dan Production Manufacturing Index (PMI) tercatat berada pada level ekspansif.

“Indikator ekonomi riil juga masih menunjukkan tren yang baik. Penjualan ritel tumbuh positif diiringi peningkatan optimisme konsumen,” ujar Purbaya.

BACA JUGA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Terjadi, 16 Persen Lansia Juga jadi Korban

Kata Purbaya, intermediasi perbankan terus membaik seiring  pemulihan ekonomi Indonesia.

Penyaluran kredit sebesar 11,9 persen YoY pada bulan Oktober 2022. Sementara DPK tumbuh 9,4 persen YoY.

Ini juga indikasi dana mulai kembali mengalir ke sektor riil untuk menggerakkan perekonomian.

Industri perbankan nasional  dalam kondisi stabil. Level permodalan bank secara nasional sangat tebal, berada di angka 25,12 persen per September 2022.

“Kita bisa sama-sama melihat selama pandemi kemarin, perbankan  tidak mengalami permasalahan berat salah satunya karena permodalannya yang sangat tinggi tersebut,” beber Purbaya. (*)