oleh

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Terjadi, 16 Persen Lansia Juga jadi Korban

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Kekerasan di Kota Yogyakarta masih terjadi sebelum dan setelah pandemi Covid-19.

Angkanya meningkat. Tetapi pada tahun 2022, kejadian kekerasan berbasis gender menurun.

Berdasarkan data statistik, perempuan mengalami kekerasan sebanyak 51,3 persen.

Kekerasan pada anak-anak 26,6 persen, sisanya sebesar 16 persen adalah  lansia  yang mengalami tindak kekerasan.

Itulah sebabnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta terus melakukan kampanye.

BACA JUGA: Bencana Kelaparan Ancaman Nyata bagi Indonesia, Faktor Ini jadi Pemicu

Tak lain adalah kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tujuannya mendorong berbagai pihak berpartisipasi mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta, Edy Muhammad.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak  dilaksanakan hingga 10 Desember 2022.

Harapannya, kampanye bisa mendorong masyarakat menyuarakan perlindungan dan pemulihan korban.

Mengajak masyarakat melawan stigma terhadap korban, khususnya korban kekerasan seksual. Serta mendorong kepolisian mengimplementasikan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

BACA JUGA: Temui Pengurus Peradi Wonosari, Mahasiswa Universitas Darrusalam Gontor Studi Pengayaan Lapangan

Peringatan Hari Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak ditandai  lauching iklan layanan masyarakat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta (29/11/2022).

Juga catcalling, serta penyerahan  buku saku Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak (Tiker Perak) dan Cegah Perdagangan Orang oleh Penjabat Walikota Yogyakarta, Sumadi.

Buku saku diserahkan kepada pengelola Klenteng Poncowinatan, Gereja Hagios dan Masjid Baitul Imam.

Buku saku juga diserahkan kepada Polresta dan Kodim 0734. (*)

Komentar