ZonaJogja.Com – Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Widya Mataram, Endang Rukmini Endarwati menyelesaikan kuliah selama 3 tahun 11 bulan.
Endang juga meraih IPK 3.88. Dua mahasiswa lain, Ranika Rahayu (Prodi Sosiologi) dan Aulia Aziza (Prodi Ilmu Komunikasi) juga menyelesaikan kuliah tak sampai empat tahun.
“Saya terkesan dengan mahasiswa Fisipol UWM bisa mendapat IPK besar, dan masa kuliah kurang dari empat tahun,” kata Rektor UWM Prof Dr Edy Suandi Hamid pada acara yudisium dan pelepasan calon wisudawan Fisipol (1/9/2023).
Pasalnya, Edy Suandi mengaku hanya mendapatkan IPK 3,4. Edy mengatakan, nilai akhir kuliah menjadi modal mencari kerja.
BERITA LAIN: Gebyar Keistimewaan Sukses, Pelaku UMKM Untung Banyak, Warga Berharap jadi Agenda Rutin
Tapi, Edy meminta lulusan dengan IPK biasa-biasa saja tidak berkecil hati. IPK bukan variabel tunggal yang menentukan lulusan bisa sukses atau sebaliknya.
IPK besar atau kecil bisa mengantarkan sukses ketika dipadukan ketrampilan lunak.
Ketrampilan lunak berupa kemampan komunikasi yang efesien dan efektif, kemampuan adaptasi dengan keragaman budaya, dan kemampuan kememimpinan.
Pada tahun ini, Fisipol UWM meluluskan 23 orang. Wisuda dilaksanakan di Kampus Terpadu UWM, hari ini (2/9/2023).
Prodi Administrasi Publik sebanyak 14 orang, Sosiologi ( 6), dan Ilmu Komunikasi (3).
Dekan Fisipol UWM Dr As Martadani Noor MA meminta lulusan fisipol menerapkan cara berpikir komprehensif dan kritis saat terjun ke masyarakat.
“Saran saya, terapkan cara berpikir komprehensif,” pinta Martadani. (*)











