oleh

Politisi PKS Minta Sultan HB X Manfaatkan Hotel Mutiara dan JEC jadi Shelter

YOGYAKARTA – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DIY, Amir Syarifudin mengusulkan perlunya penambahan shelter.

“Kondisinya sudah sangat darurat. Harus segera dicari jalan keluar agar tidak semakin parah,” kata Amir kepada ZonaJogja.Com, hari ini (4/7/2021).

Amir mengatakan, penambahan pasien positif di DIY terus bertambah. Bahkan, penambahan akhir pekan kemarin mencapai 1.358 kasus positif.

Sementara, banyak pasien positif yang telantar. Tidak bisa dirawat di rumah sakit. Penyebabnya seluruh rumah sakit sudah overload.

Banyak pasien yang tidak tertangani secara medis.  Padahal, ratusan pasien positif membutuhkan penanganan medis di rumah sakit.

BACA JUGA: BREAKINGNEWS: DIY Hari Ini Tambah 1.358 Kasus Positif

“Mereka adalah pasien positif yang memiliki komorbid. Kasihan,” tutur politisi yang tinggal di Kotagede.

Kondisi lain yang lebih memprihatinkan adalah banyak pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

Puluhan jenazah terpaksa tidak langsung dibawa ke pemakaman karena harus antri. Jenazah yang sudah dimasukkan dalam peti harus antri dikubur.

“Tetangga saya memperoleh nomor urut 35 di RS Sardjito,” kata Sigit, warga Prambanan.

BACA JUGA: Awan Panas Sejauh 2 Kilometer ke Barat Daya, Ketinggian Asap 100 Meter

Amir mengaku sedih menyaksikan pemandangan di rumah sakit. Itulah sebabnya, terkait pelaksanaan PPKM Darurat di DIY, Amir mendukung sepenuhnya keputusan Gubernur Sultan HB X.

“Saya juga mendukung statemen Bapak Gubernur yang akan menindak setiap pelanggaran PPKM,” kata Amir.

Selain itu, Amir yang juga anggota Badan Anggaran DPRD DIY ini berharap Pemda DIY bisa membuka shelter baru.  Banyak tempat yang bisa dijadikan shelter.

Antara lain gedung Jogja Expo Centre (JEC) di Gedongkuning. Atau bekas hotel Mutiara di Jalan Malioboro yang telah menjadi asset Pemda DIY. (aza/asa)