Ingin Turunkan Berat Badan Karena Kegemukan? Ikuti Workshop Tubuh Langsing

YOGYAKARTA – Situs worldometers.info menyebutkan sebanyak 799.864.352 orang dari berbagai negara dalam kondisi obesitas.
Setiap tahun, paling tidak 2,6 juta orang dewasa meninggal dunia karena obesitas.
Kasus obesitas menjadi faktor penyebab kematian tertinggi kelima di dunia. Mengapa orang menjadi gemuk dan sulit mengatasi kegemukan?
Dari aspek psikologi klinik, orang menjadi gemuk karena ada kekuatan yang sulit dikendalikan.
Bekerja dalam pikiran bawah sadar, sehingga manusia mengalami kesulitan saat ingin menurunkan berat badan.
BACA JUGA: Wisata Alam di Lereng Gunung Sumbing Ini Bikin Pengunjung Malas Pergi
Banyak sabotase yang membuat tubuh selalu gagal menjadi langsing dan atletis.
“Program gemuk bisa jadi tertanam di pikiran bawah sadar sejak seseorang masih kecil,” terang Pakar Kesehatan dan Terapis di Klinik Psikologi Bening, Paulus Subiyanto MKep Sp KMB CHt Cl.
Antara lain karena pola asuh orang tua, cara makan, cara mengelola stres yang salah sehingga memunculkan hobi makan apa saja dan dorongan makan jenis tertentu, dan olahraga
Lalu, banyak cara dilakukan untuk menurunkan berat badan. Namun, program penurunan berat badan tidak efektif.
Jikapun berhasil, kembali bertambah. Bahkan, melebihi berat badan sebelumnya.
“Ini terjadi karena program penurunan berat badan tidak menyentuh akar masalah,” kata Paulus.
BACA JUGA: Pasar Rakyat Jogokariyan Kembali Digelar, Peserta Bertambah, Pengunjung Melimpah
Kegagalan berulang-ulang justru bisa berdampak negatif, karena akan menanamkan keyakinkan menjadi langsing itu sulit.
Kemudian muncul rasionalisasi merasa nyaman dengan kegemukan.
Kata Paulus, menjadi langsing perlu strategi memrogram ulang. Menggantikan program gemuk di pikiran bawah sadar, dengan “menginstal” program baru.
Nah, memahami kegawatan obesitas, LPK Quantum of Mind akan menggelar workshop. Workshop ini menjadi solusi efektif bagi masalah obesitas.
Workshop dilaksanakan secara daring tanggal 11-12 September pukul 19.30-22.00. Peserta workshop yang ingin melanjutkan sesi terapi hingga tuntas (maksimal 4 sesi terapi) akan mendapatkan diskon 50 persen. Gratis audioterapi QoM4HS.
QoM4HS merupakan pendekatan holistic-care, kombinasi ilmu medik, psikologi klinik, hypnotherapy dan mind-technology lain tanpa Pil/Diet/Jarum atau yang lainnya. Anda boleh makan apa saja yang anda inginkan, dan kapan saja ketika lapar.
Bagi yang ingin mengikuti workshop tersebut, bisa mengklik tautan . (nik/asa)
BERITA REKOMENDASI
APMF 2026 Digelar di Bali, Agendanya Ubah Insight jadi Struktur Pengambilan Keputusan
- 5 Agustus 2026 17:19 WIB
APMF 2026 mengajak para praktisi menyusun kerangka berpikir dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi perubahan industri dalam jangka panjang.
Dapat 7 Emas, Kabupaten Bantul Juara Umum Porprida DIY
- 23 September 2026 19:56 WIB
Kabupaten Bantul mengumpulkan 21 medali dari 10 cabang olahraga yang dipertandingkan.
4.940 Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026, Diajak Aktif Berorganisasi
- 15 September 2026 20:26 WIB
UAD tidak hanya berorientasi pencapaian akademik, melainkan memberi perhatian terhadap pembentukan karakter.
LPS Tekankan Tiga Kunci Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko BPRS
- 15 September 2026 18:38 WIB
Tata kelola dan kepatuhan tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.
HIMKI DIY Gelar Workshop Series 2 di Yogyakarta, Outputnya Perkuat Daya Saing di Pasar Global
- 15 Juli 2026 14:43 WIB
Workshop membahas materi bertajuk Premium Selling with Personal Leadership yang disampaikan Coach Internasional, Boedi Santoso.
Hari Terakhir Pameran Pertanahan “Hamemayu Bumi Nagari”
- 9 September 2026 09:38 WIB
Ada tiga layanan yang dapat dimanfaatkan. Yakni, layanan kekancingan untuk pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten, pembaruan dan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) serta hak pakai.
Anak Anak Gen Z Serbu Job Fair Jogja 2026, Kuota Lowongan Kerja Ditambah jadi 3 Ribu
- 15 Juli 2026 19:28 WIB
Sebagai ungkapan terimakasih kepada perusahaan yang peduli terhadap penyandang disabilitas, Pemkot Yogyakarta memberi penghargaan kepada 10 perusahaan.
Dakwah Wisata, Suara Muhammadiyah Buka Toko Oleh Oleh 1915
- 11 Agustus 2026 13:07 WIB
Toko Oleh Oleh 1915 merupakan yang pertama dimiliki Muhammadiyah.