oleh

Amankan Sekolah Muhammadiyah dari Tawuran, FSSM akan Bentuk Tim Reaksi Cepat

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Forum Security Sekolah Muhammadiyah (FSSM) se-Kota Yogyakarta siap menjaga sekolah Muhammadiyah dari tawuran pelajar.

Bahkan, puluhan personil anggota FSSM dari berbagai sekolah Muhammadiyah akan menjadi “detektif”.

“Kami akan pasang telinga. Kami akan siaga bila ada informasi yang mengarah kepada tawuran pelajar,” Pembina FSSM Kota Yogyakarta, Ir H Sigit Haryo Yudhanto SPSi kepada ZonaJogja.Com, hari ini (26/11/2021).

Sigit yang juga wakil ketua PDM Kota Yogyakarta ini justru memberikan sinyal agar FSSM bisa membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC).

Tim berfungsi melakukan langkah preventif agar tidak terjadi tawuran pelajar di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Ketua Umum FSSM Kota Yogyakarta, Gunawan Suryono menyambut baik gagasan Sigit Haryo.

BACA JUGA: Tragedi Sembako bagi Prantini | oleh: Sauki Adham

REFRESHING: Anggota FSSM mancing bersama. (rohmat widodo)

“Apa yang disampaikan Pak Sigit adalah upaya kongkret mencegah terjadinya tawuran,” kata Gunawan didampingi Sekretaris Umum Rohmat Widodo.

FSSM berkomitmen menjaga situasi sekolah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta bebas dari tindakan kriminal, termasuk tawuran pelajar.

Tim Reaksi Cepat memiliki peran srategis menciptakan keberlangsungan belajar yang aman dan menyenangkan. Misalnya bila terjadi tawuran, anggota FSSM segera melakukan komunikasi.

Bekerjasama menyelesaikan persoalan di lapangan. Hanya, Gunawan belum menjelaskan secara detil tugas pokok dan fungsi Tim Reaksi Cepat yang digagas Sigit Haryo.

“Kami akan segera mengkomunikasikan dengan Pak Sigir selaku Pembina FSSM,” kata Gunawan.

Saat ini anggota FSSM se-Kota Yogyakarta sebanyak 90 personil. Bila ditambah penjaga malam, jumlahnya mencapai 140 orang.

Selain bertugas sebagai pengamanan, FSSM juga memiliki program kerja non-sekuriti. Antara lain pemberdayaan ekonomi untuk menunjang kesejahteraan anggota.

“Harapan kami, bisa meningkatkan kesejahteraan anggota melali pembangunan wirausaha mandiri,” kata Sigit.

(aza/asa)