Tutup
Headline

Kata Rektor UGM, Universitas jadi Tempat Kedua Terbanyak Terjadinya Kekerasan Seksual

53
×

Kata Rektor UGM, Universitas jadi Tempat Kedua Terbanyak Terjadinya Kekerasan Seksual

Sebarkan artikel ini
JUMPA PERS: Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia MMedEd SpOG(K) PHd akan deklarasi UGM sebagai kampus bebas kekerasan. (humas ugm)

SLEMAN, ZonaJogja.Com – UGM akan menjadi kampus bebas tindak kekerasan, terutama kekerasan seksual.

Rencananya, Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia MMedEd SpOG(K) PhD Sabtu besok (11/6/2022)  akan deklarasi UGM sebagai kampus bebas kekerasan.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Acara deklarasi dilakukan di depan 6.250 mahasiswa yang akan mendapatkan pembekalan KKN secara daring.

Selanjutnya, komitmen ini akan ditindaklanjuti sosialisasi secara masif kepada seluruh sivitas kampus.

Ova menyebutkan, UGM sejak tahun 2019 telah melakukan  penanganan dan manajemen terhadap kekerasan di lingkungan kampus dengan menerbitkan Peraturan Rektor UGM Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual oleh Masyarakat UGM.

“Secara global, universitas merupakan tempat kedua terbanyak terjadinya kekerasan seskual. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Namun secara global,” Kata Rektor Ova saat Konferensi Pers di Ruang Fortakgama (9/6/2022).

Kondisi tersebut mendorong UGM  mengembangkan sistem  mencegah tindak kekerasan seksual. Antara lain peningkatan literasi terhadap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, peningkatan keterampilan mengatasi kekerasan seksual, workshop series tentang SOP pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Melalui website resmi, UGM juga telah menyiapkan kanal khusus bernama Pusat Krisis. Kanal ini  bagi sivitas kampus yang ingin melaporkan atau komplain terhadap tindak kekerasan yang dialami.

BACA JUGA:

“Apabila terjadi kedaruratan, harapannya dengan sistem ini universitas bisa mengantisipasi dan mengatasinya dengan lebih baik dan lebih siap,”kata Ova seperti dilansir ugm.ac.id.

Selain peserta KKN, sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual akan diberikan kepada 250 dosen pembimbing lapangan KKN serta  mahasiswa baru pada Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB).

“Jangan lupa, UGM  telah menyiapkan Unit Layanan Terpadu (ULT) yang akan cepat merespons laporan yang masuk terjadinya kekerasan seksual di kampus,” tandas Ova.

Ketua Health Promoting University (HPU) UGM, Prof Dra Yayi Suryo Prabandari  MSi PhD menambahkan, UGM pada tahun 2019 telah mendeklarasikan diri sebagai kampus sehat  secara fisik, mental, maupun sosial.

Ada delapan kegiatan utama dari program kampus sehat. Antara lain zero tolerance kekerasan, perundungan dan pelecehan. Program lain adalah literasi kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental,  kesehatan reproduksi, serta lingkungan hiudp sehat, aman, dan ramah difabel.

(aza/asa)