Headline

Lewat Aklamasi, Muktamar Kembali Pilih Afnan Hadikusumo Pimpin Tapak Suci

13
×

Lewat Aklamasi, Muktamar Kembali Pilih Afnan Hadikusumo Pimpin Tapak Suci

Sebarkan artikel ini

Keberhasilan muktamar merupakan hasil kerja panitia dan dukungan seluruh elemen Tapak Suci serta berbagai pihak

AKLAMASI: Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah secara aklamasi mengukuhkan M Afnan Hadikusumo kembali memimpin Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031. (dok. pribadi)

Semarang, ZonaJogja.Com – Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, 6-9 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi lima tahun ke depan.

Forum permusyawaratan tertinggi ini secara aklamasi mengukuhkan M Afnan Hadikusumo kembali memimpin Tapak Suci Putera Muhammadiyah  periode 2026–2031.

Sidang  tanwir yang dilaksanakan 7 Agustus 2026 di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menetapkan sembilan anggota formatur.

Mereka adalah M Afnan Hadikusumo yang memperoleh suara tertinggi sebanyak 528 suara atau 8,56 persen. Berikutnya Rony Syaifullah 510 suara, M Shiddiq 452 suara, Jazim Ahmad 386 suara, M Wafid Agung Novianto 378 suara, Abas Akbar 373 suara, M Sasmito Djati 322 suara, Mus Suherman 313 suara, dan Wiwoho Aji Santoso 310 suara.

Komposisi sembilan formatur menjadi titik krusial muktamar. Mereka menerima mandat menyusun kepemimpinan yang mampu menerjemahkan aspirasi peserta dan menjawab kebutuhan Tapak Suci.

Dari forum inilah keputusan mengenai ketua umum dan susunan Pimpinan Pusat periode 2026–2031 ditentukan.

Hasilnya, sembilan formatur secara aklamasi menetapkan M Afnan Hadikusumo kembali sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031.

Kepercayaan terhadap Arah Kepemimpinan Afnan Hadikusumo

Keputusan tersebut menegaskan kepercayaan terhadap pengalaman dan arah kepemimpinan Afnan Hadikusumo.

Terpilihnya kembali Afnan bukan semata-mata sebagai keberlanjutan personal dalam kepemimpinan organisasi. Keputusan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan terhadap pengalaman, dedikasi, serta kepemimpinan yang telah dijalankan.

Mandat aklamasi menunjukkan kepercayaan sekaligus tuntutan  memperbarui organisasi sesuai kebutuhan zaman.

Afnan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu menyukseskan Muktamar XVI.

“Keberhasilan muktamar merupakan hasil kerja panitia dan dukungan seluruh elemen Tapak Suci serta berbagai pihak,” kata Afnan usai ditetapkan sebagai ketua umum PP Tapak Suci.

Afnan juga memberi penghargaan kepada para muktamirin yang mengikuti seluruh rangkaian dengan semangat dan kebersamaan.

Muktamar XVI yang mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia” diikuti unsur pimpinan. Ditambah musyawirin, pendekar, kader, peserta, tamu undangan, peninjau, dan 10 perwakilan luar negeri.

Tapak Suci Butuh Sistem Informasi yang Kuat

Besarnya partisipasi memperlihatkan jaringan Tapak Suci yang melampaui batas wilayah Indonesia. Afnan juga menyoroti tantangan teknologi informasi dan kemandirian organisasi.

Tapak Suci membutuhkan sistem informasi yang kuat, tata kelola adaptif, kemampuan mengelola sumber daya secara mandiri, serta strategi komunikasi yang mampu menjangkau generasi muda dan masyarakat global.

Pada bagian lain, Afnan menyebut pembangunan padepokan Tapak Suci di Umbulharjo, Yogyakarta.

“Padepokan bukan sekadar bangunan fisik. Tetapi menjadi pusat pembinaan, pengembangan keilmuan, kaderisasi, dan aktivitas organisasi,” kata Afnan.

Masa depan Tapak Suci tidak dapat hanya diukur dari banyaknya kejuaraan dan medali. Prestasi olahraga tetap penting, tetapi Tapak Suci memiliki mandat lebih luas sebagai perguruan pencak silat yang memadukan olahraga, pendidikan karakter, kaderisasi, dakwah, dan pengabdian.

Kekuatan fisik harus berjalan bersama kekuatan mental, kecerdasan, disiplin, iman, dan akhlak.

Keluarga besar Tapak Suci  berharap Afnan Hadikusumo dan pengurus terpilih mampu merawat warisan sekaligus membuka jalan baru.

Bukan hanya menjaga Tapak Suci tetap besar. Tetapi menjadikan semakin relevan, profesional, berprestasi, mandiri, dan berpengaruh.

Bukan sekadar menghasilkan pesilat tangguh, tetapi juga kader yang kuat iman, luhur akhlak, luas wawasan, dan siap mengabdi bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. (*)