Headline

Peringatan Memetri Kaistimewan 2026 Berakhir, Sultan HB X Ingatkan Keistimewaan agar Dijaga dengan Eling lan Waspada

47
×

Peringatan Memetri Kaistimewan 2026 Berakhir, Sultan HB X Ingatkan Keistimewaan agar Dijaga dengan Eling lan Waspada

Sebarkan artikel ini
MBLUDAK: Warga Yogyakarta dan wisatawan yang mengunjungi acara penutupan Memetri Kaistimewan di Teras Malioboro Beskalan. (azam/zonajogja.com)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Acara penutupan Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang Undang Nomor 13 Tahun  2012 tentang Keistimewaan DIY berlangsung meriah.

Warga Yogyakarta berbondong-bondong membersamai berbagai bentuk kegiatan acara penutupan peringatan 14 Tahun Undang Undang Keistimewaan DIY di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (12/9/2026) sejak pukul 07.30 hingga 23.00.

Juga terlihat para wisatawan domestik dan mancanegara yang menyaksikan rangkaian penutupan  Memetri Kaistimewan 2026 yang mengusung tema Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad.

Acaranya bermacam-macam. Diawali senam zumba yang diikuti puluhan peserta.

Ada doorprize dan pertunjukan musik. Juga diselenggarakan workshop mewiru jarik, wayang suket, dan membuat dluwang.

Acara penutupan Memetri Kaistimewan semakin semarak dengan dibukanya perpustakaan keliling (DPAD DIY), layanan pajak keliling (KPPD Yogyakarta).

Juga ada layanan skrining kesehatan jiwa dan konsultasi psikologi dari RSJ Grhasia, serta layanan HRV dan cek kesehatan dari Dinas Kesehatan Sleman, serta layanan VR Tata Ruang.

Acara penutupan Memetri Kaistimewan juga menjadi data tarik wisatawan mancanegara. Salah satunya Sofi, asal Mexico.  Turis yang sudah berada di Yogyakarta selama empat hari itu mengaku senang menyaksikan acara di Teras Malioboro Beskalan.

298 Kegiatan Meriahkan Peringatan 14 Tahun UUK DIY

VR TATA RUANG: Stand yang menyuguhkan informasi mengenai digitalisasi kawasan SRS. (azam/zonajogja.com)

Seperti diketahui, rangkaian Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY) diawali pembukaan di Lapangan Paseban Bantul tanggal 15 Agustus.

Dilanjutkan penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung selama 30 hari. Paniradya Kaistimewan DIY menyebut sebanyak 298 kegiatan memeriahkan peringatan 14 Tahun Undang Undang Keistimewaan DIY.

Rangkaian acara  yang berlangsung selama sebulan menjadi ruang  memaknai keistimewaan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

Sedangkan puncak Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK DIY digelar di Balai Budaya Tamanmartani, Kabupaten Sleman pada 31 Agustus.

Kini, Teras Malioboro Beskalan menjadi saksi sekaligus ruang  refleksi perjalanan Memetri Kaistimewan 2026,

Kehadiran warga Yogyakarta dan para wisatawan menjadi saksi kemeriahan penutupan Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang Undang Keistimewaan DIY.

Menyusul kemeriahan acara pagi hingga sore di halaman depan Teras Malioboro Beskalan, dilanjutkan pertunjukan di Gedung Amfiteater pukul 19.30.

Tempat ini sudah dipadati ratusan orang yang ingin menyaksikan acara penutupan Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK DIY.

Ada yang duduk di kursi menghadap panggung, berdiri di area pertunjukan, hingga tampak puluhan penonton yang berada di lantai 1 dan 2.

Juga tampak Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti; Paniradya Pati Kaistimewan, Kurniawan SSos SE Akt MEc Dev beserta kepala OPD di lingkungan Pemda DIY, kabupaten dan kota.

Dimulai penampilan pemenang lomba paduan suara KORPRI DIY, penayangan recap Kaistimewan, penyerahan juara Olimpiade Bahasa Akasara Jawa dan paduan suara.

Pesan Mendalam

HISTORI PROGRAM KEISTIMEWAAN:MMasyarakat menyaksikan recap Kesitimewaan di Gedung Amfiteater Teras Malioboro Beskalan. (azam/zonajogja.com)

Gubernur DIY, Sultan HB X kembali menegaskan, tema “Mulyaning Manah, Mukting Bumi, Wibawaning Jagad” memberi pesan mendalam.

Kemuliaan hati menjadi dasar membangun kehidupan sosial yang tentram. Kemakmuran bumi mengingatkan tentang pembangunan harus berpijak pada kelestarian, keadilan, dan keberlanjutan.

Keistimewaan DIY adalah amanah sejarah dan tanggung jawab masa depan yang perlu dijaga dengan eling lan waspada.

Eling terhadap asal-usul, nilai, dan martabat budaya. Waspada terhadap perubahan zaman yang bergerak cepat.

“Dengan sikap itu, Yogyakarta dapat terus menapaki jalan pembangunan yang selaras antara kemajuan dan kebudayaan,” kata Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.

Sementara Paniradya Pati Kaistimewan, Kurniawan SSos SE Akt MEc Dev dalam laporannya mengatakan, Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK  menjadi ruang sosialisasi capaian implementasi Dana Keistimewaan secara luas kepada masyarakat.

Jadi Ruang Kreativitas Penerima Manfaat Danais

INOVASI AKSARA JAWA: Salah satu stand pada acara penutupan Memetri Kaistimewan yang menjadi daya tarik pengunjung. (azam/zonajogja.com)

Sosialisasi tersebut melalui presentasi, pameran, dan pertunjukan yang melibatkan para penerima manfaat dari berbagai sektor.

Juga menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, kalurahan, komunitas budaya, akademisi, dan pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam program program Dana Keistimewaan.

“Acara penutupan hari ini juga menjadi ruang apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas penerima manfaat Dana Keistimewaan,” kata Kurniawan.

Usai sambutan dan penyerahan hadiah bagi para juara, dilanjutkan Swaraning Kaistimewan.  Pertunjukan ini sekaligus menandai selesainya rangkaian  kegiatan Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang Undang Nomor 13 Tahun  2012 tentang Keistimewaan DIY.

Swaraning Kaistimewan menampilkan keberagaman ekspresi dan kreativitas masyarakat melalui musik. Beragam genre ditampilkan. Ada musik pop, keroncong, reggae, band religi, hingga penampilan musik kreasi penyandang disabilitas. (*)