Kronika

Didukung Dana Keistimewaan, OBAJ #4 Dorong Pelajar DIY Mahir Gunakan Bahasa dan Aksara Jawa

59
×

Didukung Dana Keistimewaan, OBAJ #4 Dorong Pelajar DIY Mahir Gunakan Bahasa dan Aksara Jawa

Sebarkan artikel ini
INOVASI: Olimpiade adalah salah satu upaya mengajak pelajar di DIY bisa melestarikan bahasa dan akasara Jawa. Peserta olimpiade mengerjakan semua soal yang menggunakan huruf Jawa. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Sukses penyelenggaraan seri pertama, kedua dan ketiga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY kembali menggelar Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa (OBAJ) #4.

OBAJ #4 adalah kompetisi literasi digital berbasis bahasa dan aksara Jawa bagi pelajar yang didanai Dana Keistimewaan DIY.

Olimpiade yang diikuti puluhan ribu pelajar SMA, SMK dan MAN se DIY ini bertujuan melestarikan bahasa dan aksara Jawa lewat teknologi digital berdasarkan Perda DIY Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa.

Persiapan pelaksanaan OBAJ #4 tahun 2026 menjadi topik utama dalam Rembag Kaistimewan  di Channel YouTube Paniradya Kaistimewan, siang tadi (13/8/2026).

Dialog mengusung tema “Generasi Digital, Budaya Abadi : Semangat Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa #4”.

Menghadirkan narasumber Nugraha Wahyu Winarna SP MSc (Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan), Andita Wahyu Wijayanti SE MEc Dev (Perencana Ahli Muda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY).

Dialog yang juga dihadiri Sinar Indra Krisnawan SPd (Ketua MGMP Guru Bahasa Jawa), dan Rony Agung Rahmanto (Kreator Digital Aksara Jawa) ini dipandu  Wijil Rachmadhani dan Radji.

Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan, Nugraha Wahyu Winarna SP MSc mengatakan, olimpiade implementasi Perda DIY Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa.

Ada Obyek Kebudayaan yang Harus Dilestarikan

Kata Nugraha, lahirnya Perda DIY 2 Tahun 2021 untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali budaya Jawa di DIY.  Mengajak masyarakat bangga menggunakan bahasa Jawa.

Mengatur penggunaan aksara Jawa di ruang publik dan lembaga pemerintahan. Juga  memasifkan Bahasa Jawa dalam komunikasi publik, lembaga, dan dunia pendidikan.

Sastra Jawa dikembangkan melalui lomba, penulisan, dan apresiasi karya sastra. Sedangkan aksara Jawa diterapkan di papan nama jalan, kantor, dan media digital.

OBAJ #4: Persiapan pelaksanaan OBAJ #4 tahun 2026 menjadi topik utama dalam Rembag Kaistimewan di Channel YouTube Paniradya Kaistimewan, siang tadi (13/8/2026). Dialog mengusung tema “Generasi Digital, Budaya Abadi : Semangat Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa #4”. (youtube/paniradya kaistimewan)

“Ada obyek kebudayaan yang harus dilestarikan. Antara lain bahasa dan akasara. Bagaimana olimpiade ini membiasakan pelajar mahir menggunakan bahasa dan aksara Jawa,” kata Nugraha.

Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital #4 hadir sebagai jawaban konkret  tantangan zaman.

OBAJ #4 tidak hanya menjadi refleksi dari komitmen global terhadap literasi aksara Jawa dan pemenuhan regulasi daerah formal.

Melainkan menjadi sarana strategis mentransformasikan bahasa dan aksara Jawa dari sekadar materi hafalan di kelas menjadi kebanggaan identitas budaya yang adaptif, dinamis, dan hidup bagi pelajar di DIY.

Perencana Ahli Muda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Andita Wahyu Wijayanti SE MEc Dev menyatakan, Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa (OBAJ) #4 bukan sekadar kegiatan lomba.

Tapi, upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa di kalangan pelajar. Pelestarian tersebut dikemas dengan teknologi.

Gadget dimanfaatkan sebagai sarana mengajak pelajar di DIY menjaga dan melestarikan bahasa dan aksara Jawa.

“Harapannya generasi budaya di DIY bisa menjadi agen budaya,” ujar Andita.

Semua Soal Gunakan Huruf  Jawa

Ketua MGMP Guru Bahasa Jawa, Sinar Indra Krisnawan SPd mengungkapkan, pelestarian bahasa dan aksara Jawa menggunakan teknologi bermula dari amanat  Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa.

Olimpiade adalah salah satu upaya mengajak pelajar di DIY bisa melestarikan bahasa dan akasara Jawa.

“Mengapa namanya olimpiade? Karena pesertanya banyak. Kami perkirakan mencapai puluhan ribu pelajar,” terang Sinar.

Peserta olimpiade  mengerjakan semua soal yang menggunakan huruf Jawa.

Tetapi, bahasanya ada yang ngoko  ada bahasa krama, ada juga  bahasa Indonesia tapi beraksara Jawa.

Soal-soal dibagi empat kategori. Pertama, mengajarkan tentang unggah-ungguh atau tata krama subasita.

Kedua, soal tentang bahasa dan sastra. Ketiga, soal tentang kearifan lokal DIY.

“Misalkan tentang sumbu filosofis, garis imajiner, gastronomi, kuliner, wisata budaya,” kata Sinar.

Sedangkan kategori keempat tentang paramasastra. Paramasastra adalah ilmu bahasa dan ilmu aksara.

Salah satu kreator digital Aksara Jawa yang dihadirkan sebagai narasumber adalah Rony Agung Rahmanto.

Rony berkisah tentang inovasi aksara Jawa  dalam teknologi digital.

“Saat jaman komputer pakai sistem DOS, saya sudah tertarik bagaimana caranya aksara Jawa bisa diterapkan lewat komputer,” kenangnya.

Berharap Pelajar Termotivasi Sukai Bahasa Jawa

Rony pernah merangkai aksara Jawa dalam komputer menggunakan  aplikasi Fontasi. Mulai pasangan jadi gambar, sandhangan jadi gambar, lalu disusun.

“Waktu itu kegunaannya cuma untuk bikin silsilah keluarga,” katanya.

Teknologi semakin maju, tapi aksara Jawa dalam teknologi belum hadir. Internet sudah tersedia, namun belum bisa  menulis aksara Jawa.

Tahun 2009 saat Unicode menerima aksara Jawa, Rony semakin memperbanyak  konten digital untuk aksara Jawa. Hingga akhirnya, Rony berhasil membuat aplikasi bahasa dan aksara Jawa.

Kepala Sekolah SMK 4 Yogyakarta, Dra Nur Latifah Hidayati MHum berharap OBAJ #4 membuat pelajar termotivasi menyukai bahasa dan aksara Jawa.

“Dalam bahasa dan aksara Jawa mengandung  pelajaran unggah ungguh dan sopan santun,” kata Latifah.

Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan tanggal 28 Agustus 2026 pukul 12.00 di media sosial instagram resmi @_obaj4.

Nantinya, ditetapkan 2 peserta terbaik dari setiap kabupaten dan kota pada masing-masing jenjang SMA, MA dan SMK.

Peserta yang lolos akan diumumkan di media sosial instagram resmi @_obaj4 tanggal 4 September 2026 pukul 12.00. (*)