Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus intens meningkatkan kualitas budaya membaca buku di kota dan kabupaten.
Salah satu wakil rakyat yang konsisten turut mengedukasi masyarakat semakin gemar membaca adalah anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DIY, Muhammad Syafi’i SPsi.
Politisi berkacamata ini turut membersamai DPAD DIY menggelar acara bedah buku di RW 5 Kotabaru, Kemantren Gondokusuman.
Buku yang dikupas berjudul “Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup”.
Buku yang diproduksi Gaza Library Publishing ini adalah tulisan pasangan suami isteri, Giva Putri – Taat Setyabudi.
Buku setebal 206 halaman ini diresensi tiga narasumber. Yakni, Muhammad Syafi’i SPsi, Giva Putri dan Wahyu Tusi Wardani. Juga hadir Hadi Pranoto dari DPAD DIY.
Ajak Warga Kotabaru Gemar Baca Buku

Syafi’i di depan puluhan warga Kotabaru mengajak masyarakat gemar membaca buku.
“Ilmu itu ada dalam buku. Insyallah membaca dan memiliki ilmu akan memberi manfaat bagi kehidupan. Salah satunya membentuk keluarga bahagia,” kata Syafi’i.
Syafi’i pun mengajak warga Kotabaru membaca buku “Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup”.
Kata Syafi’i, buku tersebut bukan sekadar bacaan. Tetapi, berisikan ajakan kepada pembaca menjadikan rumah sebagai kekuatan mewujudkan kehidupan yang menentramkan.
Syafii mengatakan, buku “Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup” bisa menjadi panduan praktis bagi para orang tua dan anggota keluarga untuk memahami kembali fungsi hakiki bangunan rumah.
Rumah yang menjadi tempat paling aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi tumbuh kembang setiap anggota keluarga di tengah arus dinamika zaman modern.
“Saya mengajak bapak dan ibu bisa membaca buku ini. Ini buku baik dan positif,” ujar Syafi’i.
Penulis Giva Putri berkisah, buku “Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup” lahir dari proses panjang yang tidak hanya bersandar pada teori.
Tetapi, juga berakar pada pengalaman nyata dalam mengarungi rumah tangga bersama Taat Setyabudi, suaminya, selama 9 tahun.
Hasil Belajar Bersama dari Jatuh Bangun Bangun Keluarga
Awalnya, buku terdiri tiga draf tulisan terpisah dengan tema berbeda. Yakni, tentang keluarga yang bertumbuh, komunikasi keluarga, dan pengasuhan.
“Dalam perjalanan menulis, kami menyadari ketiganya tidak dapat dipisahkan. Semua saling bertaut, saling menguatkan, membentuk satu bangunan utuh yang kami sebut sebagai homepower,” ujar Giva.
Lalu, lahirlah gagasan meramu ketiga tema menjadi satu karya yang lebih menyeluruh.
Buku “Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup” juga merupakan hasil belajar bersama dari dinamika jatuh bangun membangun keluarga.
“Setiap bab adalah refleksi dari perjalanan kami sebagai pasangan, orang tua, sekaligus pembelajar sepanjang hayat,” kata Giva.
Lantas, apa yang diharapkan setelah membaca buku “Home Power: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup” ?
“Ada lima hal,” jawab Giva.
Yakni, menjadikan rumah tempat aman secara emosional. menanamkan prinsip hidup yang membimbing arah, mendampingi setiap anggota keluarga bertumbuh alami, membangun daya lenting saat badai datang, dan menjadi keluarga yang berdampak bagi sekitar. (*)











