Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Paniradya Kaistimewan DIY bersama Forum Pengembangan Satuan Ruang Strategis (Umbang Saras) baru saja menyelenggarakan Simposium Pengembangan SRS Keistimewaan DIY.
Simposium mengusung tema “Dari Ruang Strategis menuju Ruang Peradaban” diselenggarakan di Auditorium Grhatama Pustaka, Bantul (24/9/2026).
Simposium untuk mengkaji, mengevaluasi dan merumuskan langkah strategis pemanfaatan 18 SRS Kasultanan dan Kadipaten berdasarkan Pergub DIY Nomor 9 Tahun 2023 tentang Strategi Pengembangan Wilayah Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Satuan Ruang Strategis Kadipaten Tahun 2023- 2043.
Selain simposium, juga ada pameran dan panggung hiburan di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.
Pameran diikuti DPTR DIY, DPTR Gunungkidul, RS Jiwa Grhasia, Badan Pengelola Geopark Yogyakarta, Kalurahan Banjaroyo, Trajumas Java Coffee, Bingkon Kakao, Omah Kakao Doga, Griya Coklat Nglanggeran, The Yogyakartan, Matrahita Kolektif, Pamer Kampung – Kalijawi Arkom, IAI dan GeoBIM Indonesia.
Kegiatan pendukung ini sebagai ruang mengenalkan berbagai potensi, karya, dan aktivitas berkembang di SRS Yogyakarta.
Sensasi Teh Kraton Yogyakarta
Pengunjung diajak merasakan pengalaman unik melalui ceremonial afternoon tea (Patehan). Mereka dapat menyeduh dan menikmati teh khas ala Keraton Yogyakarta secara langsung di lokasi.

Teh yang disajikan menggunakan Teh Nglinggo yang berasal dari SRS Perbukitan Menoreh. Tradisi ini menyajikan kehangatan penuh filosofi, keharmonisan, dan kesederhanaan.
Suasana semakin lengkap ketika pengunjung disuguhi kuliner Geblek Kulon Progo, Jadah Tempe Sleman, dan Tolpit Bantul.
Sambil menikmati teh dan panganan tradisional, pengunjung menyaksikan Tari Benderongan dari Kalurahan Banjaroyo, perwakilan SRS Perbukitan Menoreh. (*)











