Tutup
Bisnis

Tak Hanya Bisa Atasi Sampah, Wanita Ini Panen Cuan Setelah Ternak Larva

144
×

Tak Hanya Bisa Atasi Sampah, Wanita Ini Panen Cuan Setelah Ternak Larva

Sebarkan artikel ini
PANEN CUAN: Endang Rohjiani di kandang maggot. (Diskominfosan Kota Yogyakarta)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Ide kreatif perempuan satu ini layak diacungi jempol.

Namanya Endang Rohjiani, warga RT 61 RW 01 Kricak, Kemantren Tegalrejo. Ia membudidayakan maggot.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Apa itu maggot? Maggot adalah larva jenis lalat black soldier fly. Maggot biasanya untuk pakan ikan dan unggas.

Endang telah beternak maggot selama setahun. Ia memakai nama Kandang Maggot Jogja.

Alasan budidaya maggot di rumahnya bukan tanpa alasan. Selain mencoba bisnis menjual maggot, ia ingin berkontribusi mengatasi sampah yang volumenya terus menumpuk.

“Mengelola sampah dengan biokonversi maggot BSF bisa jadi pilihan,” kata Endang.

Pasalnya, kebutuhan pangan maggot bisa dipenuhi dari sampah organik. Seperti sayuran, buah-buahan, dan telur.

Kata Endang, maggot BSF  adalah pengurai sampah tercepat.  Sepuluh ribu maggot bisa mengurai 2 kilogram sampah organik selama 24 jam.


BACA JUGA:


Kandungan protein dalam Maggot mencapai 51 persen dari tubuhnya.

“Kami  mencoba menyelesaikan persoalan sampah. Tapi, juga mendapat hasil dari penguraian sampah,” ujarnya.

Maggot bisa untuk pakan ternak, ikan, unggas. Sementara maggot juga bisa untuk kucing dan ayam.

Bagaimana cara budidaya maggot? Dimulai BSF jantan dan betina kawin. Selang 2 sampai 3 hari, BSF betina bertelur.

Telur menetas membutuhkan waktu 3-4 hari. Sedangkan jumlah telur bisa mencapai 500 sampai 900 butir.

Kemudian menjadi bayi larva yang besarnya kurang dari 1 mm. Bayi larva yang berumur 7 hari disebar ke media sampah.

Setelah 3 minggu, larva kecil menjadi dewasa dengan warna putih kecoklatan.

Endang melibatkan masyarakat dalam mengelola sampah menggunakan media maggot.

Warga memilah sampah organik, lalu disetorkan ke Kandang Maggot.

Satu kilogram sampah organik dihargai Rp 150. Tujuannya bukan membeli sampah. Tapi mendorong masyarakat mau memilah sampah organik.

Pemasaran maggot bekerjasama dengan peternak. Harga maggot Rp 6.000 per kilogram.

(tri/hes/nik)