Tutup
Kronika

Di Depan Anggota Dewan, Sultan Tegaskan Pancamulia Jadi Visi RPJMD DIY

51
×

Di Depan Anggota Dewan, Sultan Tegaskan Pancamulia Jadi Visi RPJMD DIY

Sebarkan artikel ini
RAPAT PARIPURNA: Sultan HB X menyampaikan visi dan misi RPJMD 2022 - 2027.(dprd-diy.go.id)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Gubernur Sultan Hamengku Buwono X membacakan visi misi calon gubernur DIY periode 2022-2027.

Visi dan misi disampaikan pada  sidang paripurna istimewa DPRD DIY, hari ini (8/8/2022).

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD DIY, Nuryadi, Gubernur menyampaikan Pancamulia sebagai Visi RPJMD 2022-2027.

Gubernur mengungkapkan Pancamulia sebagai Visi RPJMD 2022-2027 memiliki keterkaitan dan relevansi substansi dengan Undang Undang 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Khususnya pasal 5 yang memberi amanah pengaturan Keistimewaan DIY,” kata Gubernur.

Ada tiga aspek yang saling mengkait dan menjadi prioritas perhatian visi dan misi Gubernur.

Yakni, Kawasan Selatan, Reformasi Kalurahan, dan Teknologi Informasi.

Jika dijabarkan, proposisi lengkapnya adalah Mewujudkan Pancamulia Masyarakat Jogja melalui Reformasi Kalurahan, Pemberdayaan Kawasan Selatan, serta Pengembangan Budaya Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi.

  1. Kawasan Selatan

Meliputi wilayah bagian selatan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul. Merupakan wilayah yang memiliki angka kemiskinan relatif tinggi dibanding wilayah tengah dan utara.

Kawasan Selatan juga memiliki kekhususan teritorial. Pembangunan kekhusuan teritorial tidak hanya difokuskan kawasan selatan. Tetapi juga menyeluruh ke kawasan tengah dan kawasan utara.

  1. Reformasi Kalurahan

Lembaga Kalurahan sebagai ujung hirarki dari sistem tatanan kelembagaan di DIY memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Menjadi pilihan tepat dijadikan modal sekaligus model bagi upaya Yogyakarta menjawab kompleksitas dan permasalahan yang  dihadapi DIY.

  1. Pengembangan Budaya Inovasi dan Pemanfataan Teknologi

Teknologi digunakan sebagai alat mempercepat transformasi kawasan selatan dan transformasi kelembagaan. Sedangkan penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi  mencakup penyediaan infrastruktur informasi, sistem informasi desa, sistem tata kelola dan pengolahan lahan berbasis teknologi informasi, serta sistem deteksi dini permasalahan alam dan sosial yang dihadapi warga.


BACA JUGA:


Kata Sultan, ada enam indikator mengukur keberhasilan Pancamulia.

Yakni, semakin kecilnya tingkat kemiskinan, kualitas SDM Yogyakarta yang dapat diandalkan, lingkungan hidup yang lebih baik, aman, dan tentram.

Kehidupan ekonomi yang layak, mengecilnya ketimpangan sosial dan pemerintahan yang baik  pada berbagai tingkatan.

(aza)